Trump: AS Akan Punya Vaksin Corona Akhir Tahun Ini

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 07:55 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa?
Donald Trump (AP Photo)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim AS sudah akan memiliki vaksin untuk virus Corona (COVID-19) pada akhir tahun ini. Klaim ini lebih cepat dari perkiraan yang disampaikan jajaran pejabat AS.

"Kita sangat yakin bahwa kita akan memiliki vaksin pada akhir tahun, pada akhir tahun ini," ucap Trump dalam sebuah acara saluran berita AS, Fox News, seperti dilansir Channel News Asia dan CNBC, Senin (4/5/2020).

"Kita pikir kita akan memiliki vaksin pada akhir tahun ini, dan kita berusaha sangat keras," imbuhnya dalam acara yang direkam dari Lincoln Memorial di Washington DC ini.

Perkiraan waktu yang disampaikan Trump ini jauh lebih cepat dari berbagai perkiraan yang sebelumnya disampaikan jajaran pejabat kesehatan AS. Diketahui bahwa sejumlah pejabat kesehatan AS menyebut pengembangan vaksin untuk virus Corona bisa memakan waktu 1 tahun hingga 18 bulan.

Pengembangan dan distribusi sebuah vaksin biasa diketahui memakan waktu bertahun-tahun.

"Kita mendorong jalur pasokan. Kita bahkan belum memiliki vaksin akhir," ucap Trump, sembari menyebut bahwa 'beberapa perusahaan, saya pikir, cukup dekat' untuk pengembangan vaksin tahap akhir.

Trump menyebut nama perusahaan farmasi Johnson & Johnson, yang diketahui bermitra dengan Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia AS (HHS) untuk mengembangkan vaksin. Diharapkan vaksin ini mendapat persetujuan paling awal tahun 2021 mendatang.

Para peneliti di Oxford University diketahui juga tengah mengembangkan vaksin dan telah menyatakan bahwa vaksin mereka, jika terbukti efektif, akan didistribusikan secara luas pada September mendatang. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa saat ini ada puluhan vaksin virus Corona yang sedang dalam pengembangan.

Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci, dalam wawancara bulan lalu menyebut pengembangan vaksin akan memakan waktu 18 bulan, meskipun dia mengakui bahwa proses itu bisa dipercepat beberapa bulan. "Tapi, Anda tahu, Anda tidak ingin terlalu mengumbar janji. Kita akan melihat bagaimana kelanjutannya," ucap Fauci dalam wawancara dengan CBS News.

Warga AS Nekat berjemur di Taman di Tengah Pandemi Corona:

(nvc/ita)