AS Fokus Teliti Terapi Plasma Darah Pasien Sembuh untuk Obati Corona

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 15:07 WIB
Terapi plasma darah ramai diperbincangkan masyarakat. Donor plasma darah dari pasien sembuh COVID-19 disebut dapat bantu penyembuhan pasien Corona lainnya.
Foto: Ilustrasi plasma darah untuk sembuhkan Corona (Getty Images/Alexander Hassenstein)

Namun, apakah terapi plasma darah untuk mengobati Corona memang efektif?

Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS (PNAS) mengungkapkan hasil penelitian terapi plasma darah terhadap pasien Corona. Hasil penelitian bertajuk 'Effectiveness of convalescent plasma therapy in severe COVID-19 patients', terbit pada 6 April 2020 lalu. Makalah ini statusnya telah ditinjau (reviewed).

Penelitian ini menggunakan plasma darah dari 10 pasien COVID-19 yang telah pulih, untuk ditransfusikan ke 10 pasien Corona (rentang usia 34-78 tahun) yang punya gejala parah di salah satu RS di Wuhan. Tiap pasien mendapatkan dosis 200 ml tranfusi darah.

Hasilnya, tulis penelitian tersebut, kondisi ke-10 pasien membaik dan gejala hilang dalam 1 hingga 3 hari usai transfusi dilakukan. Sebelumnya, 3 pasien membutuhkan ventilator untuk bernafas. Usai tranfusi, dua di antaranya bisa bernafas tanpa ventilator.

Selain itu, para peneliti juga mengamati perkembangan CT scan paru-paru 10 pasien itu. Sebelum transfusi darah, tampak ada kerusakan (lesion) pada paru-paru pasien. Usai transfusi darah, paru-paru perlahan menjadi jernih kembali alias mulai membaik.

Para peneliti mengatakan bahwa terapi plasma darah dapat berfungsi sebagai opsi penyelamatan yang menjanjikan untuk COVID-19 yang parah sementara. Kendati demikian uji coba acak masih diperlukan.


(dnu/tor)