AS Fokus Teliti Terapi Plasma Darah Pasien Sembuh untuk Obati Corona

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 15:07 WIB
Terapi plasma darah ramai diperbincangkan masyarakat. Donor plasma darah dari pasien sembuh COVID-19 disebut dapat bantu penyembuhan pasien Corona lainnya.
Foto: Ilustrasi plasma darah untuk sembuhkan Corona (Getty Images/Alexander Hassenstein)

Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Johns Hopkins Dr Arturo Casadevall yang mengajukan izin ujicoba plasma darah ke otoritas makanan dan obat-obatan AS (FDA) menjelaskan, pihaknya belum tahu apakah penggunaan plasma darah pasien sembuh akan menyembuhkan pasien yang masih sakit. Namun jika merujuk pada sejarahnya, plasma darah memang pernah berhasil mengobati beberapa penyakit.

"Kita tidak akan tahu hasilnya sampai kita melakukannya. Tapi bukti sejarah menunjukkan hasil yang menggembirakan," ujar Dr Casadevall kepada kantor berita The Associated Press.

Dr Casadevall merujuk pada penggunaan plasma darah ini dalam kasus wabah flu Spanyol di awal Abad 20, dalam wabah polio dan campak, serta dalam kasus SARS dan Ebola beberapa tahun lalu.

Selain itu, pada tahun 2003, kalangan dokter di China menggunakan plasma darah dari pasien yang pulih untuk mengobati 80 orang yang menderita SARS, yang masih satu rumpun dengan virus corona.

Sedangkan pada 2014 WHO telah menerbitkan pedoman untuk menggunakan plasma darah untuk mengobati orang yang terinfeksi Ebola karena hasilnya yang menjanjikan.

Di Indonesia, penelitian tentang plasma darah sebagai kemungkinan obat untuk pasien COVID-19 juga dilakukan oleh RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Dalam penelitian ini pihak rumah sakit bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Biologi Molekuler Eijkman dan Biofarma.