AS Fokus Teliti Terapi Plasma Darah Pasien Sembuh untuk Obati Corona

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 15:07 WIB
Terapi plasma darah ramai diperbincangkan masyarakat. Donor plasma darah dari pasien sembuh COVID-19 disebut dapat bantu penyembuhan pasien Corona lainnya.
Foto: Ilustrasi plasma darah untuk sembuhkan Corona (Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Sejumlah negara mulai menguji terapi plasma darah dari penyintas Corona (COVID-19) guna mengobati pasien Corona. Amerika Serikat (AS) termasuk salah satu negara yang fokus meneliti metode ini. Namun, apakah cara ini efektif untuk mengobati pasien Corona?

Sebagaimana dilansir dari BBC, di Inggris, NHS Blood and Transplant (NHSBT) meminta orang-orang yang sembuh dari Covid-19 untuk menyumbangkan darah sehingga lembaga kesehatan itu bisa menguji coba terapi tersebut.

Harapannya, antibodi dalam plasma darah para penyintas bisa membantu melawan virus di tubuh orang yang sakit. AS telah memulai proyek besar-besaran untuk meneliti ini, melibatkan lebih dari 1.500 rumah sakit.

Teorinya, ketika seseorang terjangkit COVID-19, sistem kekebalan tubuh mereka merespons dengan menciptakan antibodi, yang menyerang si virus. Lama-kelamaan antibodi ini terkumpul dan bisa ditemukan di plasma, komponen cairan darah.

Sementara itu di AS, para ilmuwan menyelenggarakan proyek nasional hanya dalam tiga pekan, dan sekitar 600 pasien telah menerima pengobatan. Ikhtiar ini dipimpin Profesor Michael Joyner, dari Mayo Clinic.

"Hal yang kami pelajari dalam pekan pertama penelitian ialah tidak ada masalah keamanan besar yang muncul dan pemberian produk (plasma) tampaknya tidak menyebabkan banyak efek samping yang tak terduga," kata Joyner.