Pentagon Rilis 3 Video Penampakan UFO

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 10:38 WIB
U.S. Navy videos of alleged UFO sightings were previously available but had not been officially declassified.
(Image: © U.S. Navy)
Screenshot video penampakan UFO yang dirilis Pentagon (US Navy via Live Science)
Washington DC -

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon akhirnya secara resmi merilis tiga video singkat yang disebut menunjukkan 'fenomena di udara tak teridentifikasi' atau biasa juga disebut objek terbang tak teridentifikasi (UFO). Video-video ini sebelumnya dirilis oleh sebuah perusahaan swasta AS ke publik.

Seperti dilansir CNN, Selasa (28/4/2020), tiga video yang dirilis Pentagon di situs resminya pada Senin (27/4) waktu setempat itu menunjukkan objek terbang yang tak teridentifikasi (UFO) yang bergerak cepat dan berhasil direkam oleh kamera infra merah. Dua video di antaranya berisi komentar penuh kekaguman dari pilot jet tempur US Navy atau Angkatan Laut AS yang berhasil merekam video itu. Salah satu dari mereka berspekulasi objek terbang itu bisa jadi sebuah drone.

US Navy sebelumnya telah mengakui keaslian video itu pada September 2019. Pentagon menyatakan tiga video itu dirilis secara resmi sekarang untuk menghilangkan berbagai kesalahpahaman.

"DOD (Departemen Pertahanan AS) merilis video-video ini untuk menghilangkan kesalahpahaman oleh publik soal apakah rekaman yang beredar itu benar atau tidak, atau apakah ada lebih banyak video," tutur juru bicara Pentagon, Sue Gough, dalam pernyataannya.

"Fenomena di udara diamati dalam video-video itu tetap ditandai sebagai 'tak teridentifikasi'," imbuhnya.

Disebutkan Pentagon bahwa salah satu video itu direkam pada November 2004 dan dua video lainnya direkam pada Januari 2015. Video itu diketahui beredar di publik setelah dirilis tanpa izin pada tahun 2007 dan 2017 lalu.

"Setelah melakukan pengkajian menyeluruh, departemen menentukan bahwa perilisan resmi dari video-video tak terklasifikasi ini tidak mengungkap kemampuan atau sistem sensitif apapun, dan tidak melanggar penyelidikan apapun soal serbuan wilayah udara militer oleh fenomena di udara tak teridentifikasi," tegas Gough dalam pernyataannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2