Sebulan Usai Terinfeksi Corona, PM Inggris Muncul ke Publik

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 16:44 WIB
Britains Prime Minister Boris Johnson gives a statement in Downing Street in central London on April 27, 2020 after returning to work following more than three weeks off after being hospitalised with the COVID-19 illness. - British Prime Minister Boris Johnson returns to work on Monday more than three weeks after being hospitalised with the novel coronavirus and spending three days in intensive care. Johnson, one of the highest-profile people to have contracted the virus, returned to 10 Downing Street on Sunday evening. (Photo by DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP)
Boris Johnson muncul di hadapan publik pada Senin (27/4) waktu setempat (AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS)
London -

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, kembali muncul ke publik setelah nyaris sebulan terinfeksi virus Corona (COVID-19) dan sempat masuk Unit Perawatan Intensif (ICU) beberapa hari. Ini menjadi kemunculan pertamanya di depan publik setelah terinfeksi virus Corona.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (27/4/2020), PM Johnson tampil memberikan pernyataan di luar kantornya, Downing Street, London. Dia menyebut Inggris 'mulai membalikkan keadaan' dalam mengatasi pandemi virus Corona, namun dia mengindikasikan tidak akan ada pencabutan lockdown dalam waktu dekat.

Disebutkan PM Johnson lebih lanjut bahwa pemerintahannya akan menguraikan rencana untuk melonggarkan lockdown (penguncian) dalam beberapa hari ke depan, tapi dia memperingatkan bahwa akan ada penilaian sulit yang diperlukan.

"Kita tidak bisa memperkirakan sekarang soal seberapa cepat atau lambat atau bahkan kapan perubahan-perubahan itu akan dilakukan, meskipun jelas bahwa pemerintah akan berbicara lebih banyak hal soal ini dalam beberapa hari ke depan," ucap PM Johnson.

"Saya ingin memberitahukan sekarang bahwa keputusan-keputusan ini akan diambil dengan transparansi semaksimal mungkin dan saya ingin berbagi semua upaya dan pemikiran kita, pemikiran saya, dengan Anda rakyat Inggris. Tentu kita akan mengandalkan ilmu pengetahuan untuk memberitahu kita, sama seperti sejak awal," imbuhnya.

Lebih lanjut, PM Johnson menyebut pandemi virus Corona sebagai tantangan terbesar yang dihadapi Inggris sejak era perang.

"Setiap hari, saya tahu bahwa virus ini membawa kesedihan dan duka baru bagi rumah-rumah di seluruh wilayah dan masih benar bahwa ini tantangan tunggal terbesar yang dihadapi negara ini sejak perang," cetusnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2