Uni Emirat Arab Berencana Buka Kembali Mal Setelah Ditutup Sebulan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 18:18 WIB
Emirati women walk in a nearly deserted shopping centre during the novel coronavirus pandemic crisis in the Gulf Emirate of Dubai, on April 19, 2020. (Photo by KARIM SAHIB / AFP)
Warga Uni Emirat Arab masih beraktivitas di pusat perbelanjaan yang nyaris kosong saat pandemi virus Corona (AFP/KARIM SAHIB)
Abu Dhabi -

Uni Emirat Arab (UAE) tengah mempertimbangkan untuk membuka kembali pusat-pusat perbelanjaan saat memasuki bulan Ramadan. Pembukaan kembali mulai dipertimbangkan sekitar sebulan setelah penutupan dilakukan demi membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Kamis (23/4/2020), pembatasan yang diberlakukan pemerintah UAE berdampak besar pada sektor bisnis, khususnya sektor ritel yang berharap bisa segera melayani para pembeli saat bulan Ramadan.

Kementerian Kesehatan dan otoritas krisis UAE telah meminta dilakukannya kajian soal pembukaan kembali pusat-pusat bisnis. "Kemungkinan pembukaan kembali pusat-pusat komersial dengan mitra sektor swasta mereka sambil mempertimbangkan ketentuan kesehatan," demikian seperti dilaporkan kantor berita WAM.

Langkah untuk mempertimbangkan pembukaan kembali pusat bisnis ini terjadi saat umat muslim bersiap menyambut datangnya bulan Ramadan.

Para pejabat di Dubai menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan untuk membuka kembali mal-mal 'dengan langkah-langkah dan pencegahan yang diperlukan'. Diketahui bahwa Dubai memiliki banyak pusat perbelanjaan besar yang menjadi sumber kehidupan perekonomian.

Pusat perbelanjaan di Dubai, seperti Mall of the Emirates, diketahui memiliki lereng ski indoor. Sementara Dubai Mall tercatat sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di dunia.

Dubai yang sempat berada di bawah lockdown 24 jam, juga dilaporkan akan mulai mengizinkan acara perkumpulan sosial yang melibatkan tidak lebih dari 10 orang selama bulan Ramadan. Namun setiap orang masih diwajibkan mempraktikkan social distancing.

Sejauh ini, UAE melaporkan lebih dari 8 ribu kasus virus Corona di wilayahnya, dengan 52 kematian.

(nvc/ita)