Spanyol Laporkan Lebih dari 20.000 Kasus Kematian Akibat Virus Corona

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Minggu, 19 Apr 2020 02:11 WIB
A man wearing a face mask walks in downtown Madrid, in Spain, Wednesday, March 18, 2020. Spain will mobilize 200 billion euros or the equivalent to one fifth of the countrys annual output in loans, credit guarantees and subsidies for workers and vulnerable citizens, Prime Minister Pedro Sánchez announced Tuesday. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some, it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (AP Photo/Manu Fernandez)
Wabah virus Corona d Spanyol (Foto: AP Photo)
Madrid -

Korban jiwa akibat virus Corona di Spanyol telah mencapai lebih dari 20.000 orang. Spanyol menjadi negara ketiga yang paling parah dihantam pandemi Corona setelah Amerika Serikat dan Italia.

Dilansir dari AFP, Sabtu (18/4/2020), Kementerian Kesehatan Spanyol mengonfirmasi ada 20.043 orang meninggal dunia akibat virus Corona. Virus tersebut menewaskan 565 orang di Spanyol dalam 24 jam terakhir.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan jumlah kasus positif di negara tersebut meningkat menjadi 191.726 kasus. Namun peningkatan infeksi dilaporkan melambat, sementara 75.000 orang telah dinyatakan sembuh.

Para pejabat kesehatan mengatakan Spanyol telah melewati puncak wabah COVID-19 yang menewaskan hingga 950 orang pada April 2020 lalu. Namun, jumlah korban, yang hanya mencakup orang yang positif virus Corona, meningkat di sejumlah daerah.

Pejabat setempat mengatakan ribuan orang meninggal setelah menunjukkan gejala virus Corona tanpa dites karena alat tes terbatas. Sebagai contoh, Catalonia melaporkan 7.800 kematian, padahal jika merujuk data nasional jumlah kematian di wilayah tersebut ada 3.800 kasus.

Kebijakan lockdown juga telah diberlakukan dengan ketat di Spanyol sejak 14 Maret dan diperpanjang hingga 25 April 2020. Kebijakan itu mungkin akan berlangsung lebih lama, meskipun ada beberapa aturan yang meringankan.

"Pembatasan harus diperpanjang. Mereka dapat diadaptasi sesuai dengan situasi," kata pejabat kesehatan Spanyol, Fernando Simon.

(azr/azr)