Karena Alasan Ini PM Selandia Baru Rela Gajinya Dipotong Imbas Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 15:05 WIB
New Zealands Prime Minister Jacinda Ardern (R) speaks during a joint press conference with the leader of the Neterlands at Government House in Auckland on October 8, 2019. (Photo by DAVID ROWLAND / AFP)
Jacinda Ardern (DAVID ROWLAND/AFP)

Lockdown ini melumpuhkan perekonomian, dengan ribuan orang kehilangan pekerjaannya. Modelling perekonomian yang dirilis Departemen Keuangan Selandia Baru memprediksi angka pengangguran -- saat ini 4 persen -- akan naik ke nyaris 26 persen dalam skenario terburuk.

Disebutkan PM Ardern bahwa pemotongan gaji hanya kontribusi kecil untuk mengurangi kesenjangan di masyarakat. "Jika pernah ada waktu untuk menutup celah antara posisi yang berbeda, sekarang saatnya. Di sinilah kami bisa mengambil tindakan yang menjadi alasan mengapa kami melakukannya," tegasnya.

Pemimpin oposisi, Simon Bridges, juga menyatakan akan melakukan langkah serupa.

Otoritas Selandia Baru melaporkan empat kematian sepanjang Selasa (14/4) waktu setempat, sehingga total korban meninggal mencapai 9 orang. Total kasus virus Corona di negara ini tercatat mencapai 1.386 kasus.

Jumlah kasus baru di negara ini tergolong rendah sejak lockdown diterapkan dan Kementerian Kesehatan yakin negara ini telah melewati puncak kasus virus Corona. "Kita telah melewati puncak, yang tampaknya menjadi jelas sekarang. Kita akan lebih yakin begitu kita tahu lebih banyak soal setiap kasus baru yang terjadi sepekan terakhir," ujar Direktur Jenderal Kesehatan, Ashley Bloomfield.

Halaman

(nvc/ita)