Mayat-mayat Menumpuk di Ekuador, Wali Kota: Corona Seperti Bom Meledak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 12:31 WIB
Gara-gara pandemi virus Corona, Kota Guayaquil, Ekuador,  sampai kehabisan peti mati. Alhasil, warga setempat terpaksa menggunakan peti mati berbahan kardus.
Foto: AP/Luis Perez
Jakarta -

Kota Guayaquil di Ekuador mengalami kondisi mengerikan akibat wabah virus Corona yang melanda negara Amerika Latin itu. Wali Kota Guayaquil bahkan menyebut wabah Corona telah menyerang kota itu "seperti bom".

"Tak ada ruang bagi yang hidup atau mati. Seperti itulah parahnya pandemi ini di Guayaquil," kata Cynthia Viteri yang menjadi wali kota di kota pelabuhan berpenduduk hampir 3 juta jiwa itu.

Rumah sakit, kamar mayat dan rumah-rumah pemakaman kewalahan dengan banyaknya korban COVID-19. Menurut Viteri, jumlah kematian sebenarnya akibat virus Corona bisa jauh lebih besar dari angka resmi nasional sebanyak 369 kematian.

Sejak melanda Ekuador pada 29 Februari lalu, wabah Corona telah menginfeksi 7.600 orang, yang lebih dari 70 persennya tercatat di Guayaquil.

Viteri mengakui kota tersebut tidak siap dengan wabah ini. "Tidak ada yang percaya bahwa apa yang kita lihat di Wuhan, orang-orang yang tergeletak mati di jalan, akan terjadi di sini," tutur wali kota itu seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/4/2020).

Momen Haru, Penghormatan Terakhir Perawat yang Wafat Akibat Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2