Disinggung Trump Soal Lemahnya Penanganan Virus Corona, Ini Kata Swedia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 10:35 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa?
Presiden AS Donald Trump (Foto: AP Photo)
Stockholm -

Pemerintah Swedia menolak klaim Presiden AS Donald Trump bahwa kebijakannya dalam mengendalikan penyebaran virus Corona terlalu lemah. Trump juga menyebut Swedia sangat menderita.

Saat briefing Gedung Putih, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4/2020), seorang wartawan menanyakan Trump saran apa yang ingin disampaikannya kepada para pemimpin negara yang skeptis soal langkah-langkah social distancing. Trump pun menjawab: "Tidak terlalu banyak yang seperti itu... Mereka bicara tentang Swedia, namun Swedia sangat menderita."

Swedia hingga kini tidak menerapkan penguncian (lockdown) untuk menekan penyebaran virus Corona, seperti yang banyak dilakukan negara-negara Eropa lainnya.

Negara tersebut hanya menyerukan warganya untuk bertanggung jawab dan mengikuti panduan social distancing dan tetap di rumah jika mereka mengalami gejala awal COVID-19. Swedia juga melarang pertemuan lebih dari 50 orang dan melarang kunjungan ke panti-panti jompo.

Namun sekolah dasar, toko, kafe, restoran dan bar tetap buka seperti biasa.

Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde membantah klaim Trump bahwa Swedia tidak banyak berbuat untuk mengendalikan virus Corona.

"Kami melakukan hal-hal yang sama yang banyak dilakukan negara-negara lain, namun dengan cara yang berbeda," kata Linde kepada televisi TV4.

Update Global: Kasus Covid-19 di Amerika Tembus 400.549:

Selanjutnya
Halaman
1 2