Tertinggi di Dunia, AS Catat Lebih dari 400.000 Kasus Virus Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 09:23 WIB
NEW YORK, NEW YORK - MARCH 22:  A view of sticker on a street lamp post reading Who will survive in America? as the coronavirus continues to spread across the United States on March 22, 2020 in New York City. The World Health Organization declared coronavirus (COVID-19) a global pandemic on March 11th.  (Photo by Cindy Ord/Getty Images)
Foto: Getty Images/Cindy Ord
Washington -

Virus Corona terus merajalela di Amerika Serikat. Bahkan kini di AS, sudah lebih dari 400 ribu orang terinfeksi virus mematikan itu.

Menurut data pelaporan harian yang dilakukan Johns Hopkins University seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4/2020), jumlah kasus positif virus Corona di negeri itu hingga Rabu (8/4) waktu setempat telah mencapai 401.116 orang.

Saat ini AS menjadi negara dengan jumlah kasus positif Corona tertinggi di dunia. Sebelumnya pada Sabtu (4/4) waktu setempat, jumlah kasus positif Corona menembus angka 300 ribu kasus.

Pandemi COVID-19 ini hingga Rabu (8/4) waktu setempat, telah merenggut setidaknya 12.936 nyawa di AS. Angka kematian di AS tersebut mendekati Italia yang mencatat angka kematian terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu jiwa dan Spanyol dengan lebih dari 14.500 jiwa.

Presiden Donald Trump telah menuai kritikan atas penanganan krisis pandemi ini. Namun Trump malah mengkritik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menurutnya bertindak lamban.

Trump mempertanyakan mengapa WHO telah memberikan rekomendasi yang salah di awal-awal wabah, dengan meminta negara-negara untuk tidak menutup perbatasannya.

Trump sendiri banyak dikritik karena semula meremehkan virus mematikan ini, yang disamakannya dengan flu biasa. Namun kemudian Trump mengakui keganasan virus Corona dan menyebutnya sebagai darurat nasional.

Lonjakan Kematian di AS Akibat Corona Nyaris 2.000:

(ita/ita)