Katedral New York Dijadikan Rumah Sakit Darurat untuk Pasien Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 14:06 WIB
Amerika Serikat (AS) melaporkan lebih dari 800 kematian dalam sehari akibat covid-19. New York jadi kota dengan jumlah penderita corona paling banyak.
Foto: AP/John Minchillo
New York -

Sebuah katedral besar di New York, Amerika Serikat dialihkan untuk dijadikan rumah sakit darurat selama pandemi virus corona. Langkah ini dilakukan seiring negara bagian tersebut berjuang keras menghadapi krisis yang telah menewaskan ribuan orang.

Gereja Katedral St. John the Divine di Manhattan akan menampung sembilan tenda medis. Demikian disampaikan pejabat tinggi gereja, Clifton Daniel seperti diberitakan New York Times dan dilansir AFP, Selasa (7/4/2020).

Tenda-tenda medis di gereja yang disebut sebagai katedral Gothic terbesar di dunia tersebut, akan bisa menampung setidaknya 200 pasien.

"Pada abad-abad sebelumnya, katedral selalu digunakan dengan cara ini, saat terjadi wabah. Jadi ini bukan di luar pengalaman katedral, ini cuma baru bagi kita," tutur Daniel.

Para pejabat katedral mengatakan bahwa para pasien COVID-19 bisa mulai dikirimkan ke gereja tersebut dalam waktu seminggu.

Sebelumnya, Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan pada Minggu (5/4) waktu setempat, jumlah kematian karena virus corona di negara bagian tersebut tercatat sebanyak 4.159, naik dari 3.565 sehari sebelumnya. Ini berarti sebanyak 594 kematian dilaporkan dalam sehari.

Cuomo mengatakan, puncak pandemi di New York mungkin terjadi pada pekan depan. Namun dia mengatakan masih harus menunggu beberapa hari ke depan agar angkanya menjadi lebih jelas.

New York telah melaporkan sedikitnya 122.031 kasus positif COVId-19, dengan New York City mencatat jumlah kasus yang tertinggi, yakni sebanyak 67.551 kasus.

(ita/ita)