38 Meninggal Akibat Corona, Arab Saudi Perluas Jam Malam 24 Jam ke 9 Wilayah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 08:18 WIB
A picture taken on March 23, 2020, shows an empty street in the Saudi capital Riyadh after authorities imposed a curfew for 21 days to curb the spread of the COVID-19 coronavirus pandemic. (Photo by FAYEZ NURELDINE / AFP)
Jalanan kota Riyadh di Arab Saudi sepi saat pemberlakuan jam malam (AFP/FAYEZ NURELDINE)
Riyadh -

Otoritas Arab Saudi memperluas pemberlakuan jam malam 24 jam di empat governate dan lima kota di wilayahnya, termasuk ibu kota Riyadh. Langkah ini diambil untuk memerangi virus Corona (COVID-19) yang kini menewaskan 38 orang di wilayah Saudi.

Seperti dilansir AFP, Senin (7/4/2020), Kementerian Dalam Negeri Saudi dalam pernyataannya menyebut jam malam selama 24 nonstop kini juga diberlakukan di Riyadh, Tabuk, Dammam, Dhahran dan Hofuf. Kemudian juga di empat governate, yakni Jeddah, Taif, Qatif dan Khobar.

Sebelumnya, otoritas Saudi telah memberlakukan jam malam 24 jam Mekah dan Madinah -- dua kota suci umat Islam.

Diketahui bahwa otoritas Saudi juga menutup kota Mekah, Madinah, Riyadh dan Jeddah, dengan orang-orang dilarang masuk dan keluar dari kota-kota tersebut. Tidak hanya itu, otoritas Saudi juga melarang pergerakan antarprovinsi di Saudi.

Saudi yang dilaporkan menjadi negara dengan jumlah kasus virus Corona terbanyak di kawasan Teluk, telah mengerahkan berbagai upaya untuk membatasi penyebaran virus Corona di wilayahnya.

Pada Senin (6/4) waktu setempat, Kementerian Kesehatan Saudi melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat virus Corona bertambah menjadi 38 orang. Jumlah total kasus virus Corona di Saudi kini mencapai 2.523 kasus. Sedikitnya 551 pasien virus Corona dinyatakan sembuh di Saudi.

Bulan lalu, otoritas Saudi menangguhkan aktivitas umroh di tengah kekhawatiran meluasnya virus Corona. Otoritas Saudi belum mengumumkan apakah ibadah haji tahun ini, yang dijadwalkan pada akhir Juli, akan tetap digelar seperti biasa. Pekan lalu, otoritas Saudi mengimbau umat muslim sedunia untuk menunda sementara persiapan ibadah haji.

Simak juga video Ibadah Haji Terancam Corona, Pemerintah Tunggu Kebijakan Arab Saudi:

(nvc/ita)