Singapura Karantina Nyaris 20 Ribu Pekerja Migran karena Virus Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 06:43 WIB
Situasi di Singapura
Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Singapura -

Otoritas Singapore mengkarantina nyaris 20 ribu pekerja migran setelah kasus-kasus positif virus corona meningkat di asrama-asrama mereka. Para pekerja migran tersebut akan dikarantina selama dua minggu.

Singapura cukup berhasil mengendalikan wabah ini lewat banyak tes dan penelusuran kontak orang-orang yang terinfeksi virus corona. Namun kasus-kasus infeksi meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.

Sebanyak 120 kasus baru tercatat pada Minggu (5/4), angka tertinggi dalam sehari di Singapura, dengan banyak kasus terkait dengan tempat tidur para pekerja asing.

Para pejabat Singapura mengatakan, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/4/2020), dua asrama yang menampung 19.800 pekerja telah dikarantina dan para penghuninya akan mendapat dukungan medis di tempat, juga pasokan makanan dan barang-barang penting.

Update Global: Kasus Covid-19 di Amerika Serikat Capai 311.637:

Disebutkan bahwa selama dikarantina, para pekerja migran itu akan tetap mendapatkan upah dari perusahaan mereka.

Ada sekitar 280 ribu pekerja bangunan di Singapura yang berasal dari luar negeri, termasuk Bangladesh dan China. Mereka kebanyakan tinggal berbagi kamar di kompleks asrama yang besar.

"Upaya-upaya juga tengah dilakukan di asrama-asrama yang lebih besar untuk mengurangi kepadatan pekerja penghuni mereka, dengan memindahkan sebagian dari mereka ke akomodasi alternatif selama periode ini," demikian pernyataan dua kementerian pemerintah Singapura.

Hingga kini, Singapura telah melaporkan 1.309 kasus coronavirus termasuk enam kematian. Mulai pekan depan, semua sekolah dan sebagian besar tempat kerja di negara kota itu akan ditutup sebagai upaya mengendalikan penyebaran virus mematikan ini.

(ita/ita)