Round-Up

Ancang-ancang Kebijakan Penyelamatan Trump Usai Ramalkan Banyak Kematian

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 05:49 WIB
Donald Trump tutup akses wisatawan Eropa
Donald Trump (Foto: Reuters)
Washinton DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi angka kematian akibat virus Corona (COVID-19) di negara yang dipimpinnya akan melonjak. Trump menyebut AS akan menghadapi kondisi terberat.

Seperti yang dilansir AFP, Minggu (5/4/2020), kasus positif virus Corona di Amerika Serikat sudah melampaui 300.000. Jumlah kematian di AS akibat virus Corona menyentuh angka 8.300 orang.

"Ini mungkin akan menjadi pekan terberat. Akan ada banyak kematian," kata Trump di Gedung Putih, Sabtu (4/4) waktu setempat.

Trump memastikan kebijakan yang ditetapkan tidak akan menghancurkan AS. Namun, dia mengakui ada sejumlah keputusan sulit yang harus ditentukan.

"Mitigasi berhasil, tetapi sekali lagi kita tidak akan menghancurkan negara kita. Saya sudah mengatakannya sejak awal - obatnya tidak bisa lebih buruk dari masalahnya," ungkap Trump.

"Pada titik tertentu beberapa keputusan sulit harus dibuat," imbuhnya.

Data terakhir jumlah kasus positif virus Corona di AS yakni sebanyak 311.637. Menurut data yang dirilis Johns Hopkins University seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/4), sebanyak 1.480 kematian tercatat di AS antara Kamis (2/4) pukul 20.30 waktu setempat hingga Jumat (3/4) pada jam yang sama.

Selanjutnya
Halaman
1 2