Dianggap Santuy Hadapi Virus Corona, Ini Tanggapan Pemerintah Swedia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 14:26 WIB
Swedia diketahui tak menerapkan lockdown meski negara itu kini tengah berjibaku hadapi Corona. Dilaporkan ada 3.500 kasus positif Corona di negara tersebut.
Foto: AP Photo

Langkah yang lebih tegas adalah melarang pertemuan lebih dari 50 orang dan melarang kunjungan ke panti jompo. Menurut pemerintah Swedia, imbauan-imbauan tersebut telah memberikan efek nyata.

Diperkirakan bahwa sepertiga warga Stockholm, ibu kota Swedia, kini bekerja dari rumah. Namun bertolak belakang dengan kebanyakan negara Eropa, restoran dan sekolah-sekolah tetap buka. Bahkan meski jalan-jalan di Stockholm -- pusat wabah virus corona di Swedia -- kurang ramai dari biasanya, namun masih jauh untuk disebut sebagai kota hantu.

Sejauh ini tampaknya publik juga mendukung kebijakan pemerintah Swedia. Sebuah polling yang dirilis awal pekan ini oleh firma analis Novus menunjukkan, bahwa kepercayaan pada pemerintah meningkat signifikan pada Maret, dengan 44 persen responden mengatakan sangat percaya pada Perdana Menteri Stefan Lofven. Angka ini naik dari 26 persen pada Februari lalu.

Namun tidak semua mendukung kebijakan pemerintah. Marcus Carlsson, ahli matematika di Lund University, menuduh pemerintah Swedia bermain "roulette Rusia dengan penduduk Swedia".

Hingga Jumat (3/4) waktu setempat, Swedia telah melaporkan 6.078 kasus virus corona, dengan 333 kematian.


(ita/ita)