Round-Up

Hukum Pidana Pertama Bagi Warga Malaysia Langgar Lockdown Corona

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 21:04 WIB
Ratusan polisi bersiaga di sejumlah kawasan Kuala Lumpur, Malaysia. Para polisi dikerahkan untuk menjaga kawasan yang kini tengah lockdown untuk cegah Corona.
Foto: Suasana saat pemberlakuan lockdown di Malaysia (Getty Images/Rahman Roslan)
Jakarta -

Polisi Diraja Malaysia memproses hukum dua warganya yang merupakan pasangan suami istri karena pergi keluar rumah saat pemerintah setempat memberlakukan lockdown terkait wabah virus Corona (COVID-19). Tak ada toleransi bagi warga yang melanggar, sekalipun pasangan tersebut hendak berbelanja.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (3/4/2020), keduanya sedang melaju ke arah Sipitang untuk berbelanja bersama. Polisi setempat yang sedang melakukan pemeriksaan lantas memerintahkan si suami bernama Emran Sahat (55) untuk memulangkan istrinya, bernama Sarida Amat (46).

Ditegaskan polisi setempat kepada Emran dan istrinya, bahwa perintah pengendalian pergerakan (MCO) hanya memperbolehkan satu orang dari masing-masing keluarga untuk pergi keluar pada satu waktu, demi kebutuhan membeli kebutuhan penting.

Namun diketahui bahwa pasangan itu malah menggunakan rute lainnya untuk tetap menuju ke Sipitang untuk belanja bersama. Aksi keduanya diketahui polisi dan suami-istri ini ditangkap.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Ummu Khaltom Abdul Samas, diungkapkan bahwa Emran dan Sarida didakwa melanggar aturan MCO setelah kedapatan sedang berkendara di ruas jalan Sipitang, Kg Napatan, Sabah pada Senin (30/3) pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat. MCO diberlakukan di bawah Undang-undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tahun 1988.

Hakim Ummu Khaltom menjatuhkan hukuman empat hari penjara dan hukuman denda 300 Ringgit (Rp 1,1 juta) terhadap pasangan suami-istri ini. Hakim memerintahkan bahwa masa hukuman itu dihitung mulai tanggal keduanya ditangkap.

Jika tidak mampu membayar denda, maka suami-istri ini harus menjalani masa hukuman tambahan selama dua hari di penjara.

Selanjutnya
Halaman
1 2