China Gelar Hari Berkabung Nasional untuk Para 'Martir' Virus Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 12:44 WIB
Ribuan orang terinfeksi virus corona di Wuhan, China. Berbulan-bulan berjibaku lawan COVID-19, Wuhan bangkit dan laporkan tak ada kasus baru virus Corona.
Warga kota Wuhan secara perlahan mulai kembali beraktivitas normal (AP Photo)
Beijing -

China akan menggelar hari berkabung nasional pada Sabtu (4/4) besok, untuk menghormati para 'martir' yang kehilangan nyawa saat memerangi virus Corona (COVID-19). Otoritas China melaporkan 31 kasus baru virus Corona, dengan empat orang meninggal dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua News Agency dan dilansir CNN, Jumat (3/4/2020), hari berkabung nasional ini digelar untuk menghormati para dokter dan tenaga medis yang meninggal dunia saat berada di garis depan pertempuran melawan virus Corona.

Selama hari berkabung nasional pada Sabtu (4/4) besok, bendera setengah tiang akan dikibarkan di seluruh wilayah China dan di seluruh Kedutaan Besar serta Konsulat China di luar negeri. Aktivitas di taman-taman publik akan dihentikan sementara.

Kemudian seluruh warga China diwajibkan untuk mengheningkan cipta selama 3 menit mulai pukul 10.00 waktu setempat.

"Sirene gempuran udara dan klakson mobil-mobil, kereta dan kapal api akan dibunyikan sebagai wujud berkabung," sebut Xinhua News Agency dalam laporannya yang mengutip pernyataan Dewan Negara China.

Pengumuman soal hari berkabung nasional ini disampaikan setelah otoritas China, pada Kamis (2/4) waktu setempat, mengungkapkan bahwa salah satu whistleblower virus Corona, dokter Li Wenliang, telah dianugerahi gelar 'martir'. Li meninggal dunia pada Februari lalu, usai terinfeksi virus Corona.

Dalam laporan terbaru, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengumumkan 31 kasus baru dan empat kematian dalam sehari.

Simak juga video Menkum HAM: 49 WNA China di Kendari Tak Terpapar Corona:

Dari 31 kasus baru, sekitar 29 kasus di antaranya merupakan kasus impor atau kasus yang muncul dari orang-orang yang tertular di luar negeri dan datang ke China beberapa waktu terakhir. Dua kasus lainnya merupakan kasus domestik -- penularan lokal -- dengan satu kasus di Liaoning dan satu kasus di Guangdong.

Empat kematian baru di China semuanya ada di Provinsi Hubei, yang menjadi lokasi kota Wuhan -- lokasi awal terdeteksinya virus Corona. Sejauh ini, jumlah korban meninggal mencapai 3.322 orang. Sedangkan total 81.620 kasus virus Corona terkonfirmasi di wilayah China daratan.

Sudah 76.571 pasien virus Corona dinyatakan sembuh di China daratan. Sekitar 1.727 pasien lainnya masih menjalani perawatan medis.

NHC dalam laporannya juga mengumumkan 60 kasus baru tanpa gejala (asymptomatic) di China daratan. Dengan demikian, sebut NHC, saat ini ada 1.027 kasus tanpa gejala yang masih berada di bawah pengawasan medis.

(nvc/ita)