5 Tahun Bui Hingga Denda Rp 1,6 M untuk Lelucon April Mop Soal Virus Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 17:46 WIB
Yellow calendar on yellow background. April 1 writes on the calendar. Horizontal composition with copy space. Top view.
Ilustrasi (iStock)
Bangkok -

Beberapa negara memperingatkan warganya untuk tidak membuat lelucon April Mop yang berkaitan dengan virus Corona (COVID-19). Hukuman berat diberlakukan untuk orang-orang yang kedapatan membuat lelucon virus Corona pada 1 April, mulai dari hukuman penjara hingga denda dalam jumlah besar.

Raksasa teknologi, Google, yang terkenal dengan lelucon tahunan memutuskan untuk membatalkan tradisi tahunan itu karena pandemi virus Corona, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 42 ribu orang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (1/4/2020), pemerintah Thailand menyatakan bahwa siapa saja yang membuat lelucon April Mop soal virus Corona bisa dihukum maksimum 5 tahun penjara di bawah aturan hukum yang berlaku di negara itu.

"Adalah perbuatan melanggar hukum untuk berpura-pura memiliki COVID-19 saat April Mop," tegas pemerintah Thailand dalam pernyataan via Twitter.

Senada dengan itu, Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, dalam pernyataan via Facebook meminta warganya untuk tidak melakukan prank atau membuat lelucon soal virus Corona.

Ditegaskan oleh Presiden Tsai bahwa siapa saja yang menyebarkan rumor atau informasi palsu bisa terancam hukuman maksimum 3 tahun penjara atau hukuman denda paling banyak NT$ 3 juta (Rp 1,6 miliar).

Selanjutnya
Halaman
1 2