PBB: Pandemi Virus Corona Krisis Global Terburuk Sejak Perang Dunia II

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 08:52 WIB
Jumlah pasien terinfeksi virus corona melonjak pesat di Amerika Serikat. Sejauh ini sebanyak 1.025 orang telah dinyatakan positif corona dan 28 lainnya meninggal dunia.
Ilustrasi (AP PHOTO)
New York -

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres, menyebut pandemi virus Corona (COVID-19) sebagai krisis global terburuk sejak Perang Dunia II. Guterres mengkhawatirkan bahwa pandemi ini bisa memicu banyak konflik di dunia.

Seperti dilansir AFP, Rabu (1/4/2020), Guterres menyebut bahwa skala krisis yang disebabkan oleh 'sebuah penyakit yang menjadi ancaman bagi semua orang di dunia dan ... sebuah dampak ekonomi yang akan memicu resesi yang mungkin tidak ada tandingannya di masa lalu'.

"Kombinasi dari dua fakta dan risiko yang ditimbulkannya meningkatkan instabilitas, meningkatkan kerusuhan dan meningkatkan konflik, adalah hal-hal yang membuat kita yakin bahwa ini krisis yang paling menantang yang kita hadapi sejak Perang Dunia II," sebut Guterres.

PBB yang berkantor di New York, Amerika Serikat (AS), ini didirikan pada akhir Perang Dunia II tahun 1945 silam dan kini memiliki 193 negara anggota.

"Respons yang lebih kuat dan lebih efektif ... hanya dimungkinkan dalam solidaritas jika semua orang bersama-sama dan jika kita melupakan permainan politik dan memahami bahwa manusialah yang dipertaruhkan," cetus Guterres dalam pernyataannya.

Saat ini, lebih dari 40 ribu orang meninggal akibat virus Corona di berbagai negara. Pandemi virus Corona juga memicu kehancuran ekonomi.

"Kita jauh dari mendapatkan paket global untuk membantu negara berkembang menciptakan kondisi yang bisa menekan penyakit dan untuk mengatasi konsekuensi dramatis," ucap Guterres, merujuk pada pengangguran, kolapsnya perusahaan kecil dan orang-orang rapuh di sektor ekonomi informal.

Belajar dari Sejarah Kelam Flu Spanyol untuk Hadapi COVID-19:

Selanjutnya
Halaman
1 2