Dilansir dari AFP, Rabu (1/4/2020), kini ada 22.757 orang dirawat di Prancis dengan COVID-19, dengan 5.565 di antaranya dirawat intensif, kata pejabat kesehatan Jerome Salomon kepada wartawan dalam berita hariannya.
Korban yang meninggal tersebut hanya mencakup mereka yang meninggal di rumah sakit dan bukan mereka yang meninggal di rumah atau di rumah orang tua.
Jumlah kasus yang dikonfirmasi juga meningkat tajam yakni sebanyak 7.578, sehingga total menjadi 52.128. Di samping itu, banyak kasus tidak terdaftar karena kurangnya peralatan pengujian.
"Situasi ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kedokteran Prancis," kata Salomon.
Prancis telah melakukan lockdown sejak 17 Maret sebagai upaya untuk memperlambat penyebaran epidemi dan para pejabat telah berulang kali memperingatkan akan membutuhkan waktu agar langkah tersebut membuahkan hasil. (eva/eva)











































