91 Pasien Virus Corona Sembuh dalam Sehari di Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 14:29 WIB
Otoritas kesehatan Malaysia melaporkan tambahan 110 kasus baru virus Corona di wilayahnya. Sejauh ini, total 900 kasus terkonfirmasi disana.
Ilustrasi (Rahman Roslan/Getty Images)
Kuala Lumpur -

Otoritas Malaysia melaporkan 91 pasien virus Corona (COVID-19) dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit dalam sehari pada Senin (30/3) waktu setempat. Jumlah ini menjadi angka tertinggi untuk pasien sembuh dalam sehari di negara tersebut.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Selasa (31/3/2020), Direktur Jenderal Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, menyebut bahwa total sudah 479 pasien virus Corona yang dinyatakan sembuh di wilayah Malaysia.

Angka 91 pasien virus Corona yang dipulangkan setelah dinyatakan sembuh, dalam sehari itu, mencetak rekor sebagai jumlah tertinggi untuk kesembuhan dalam sehari di Malaysia. "Ini mencapai 18,2 persen dari jumlah total kasus COVID-19 di negara ini," sebut Dr Noor Hisham dalam konferensi pers.

Diumumkan juga oleh Dr Noor Hisham bahwa ada 156 kasus baru dalam sehari, sehingga total kasus virus Corona di Malaysia saat ini mencapai 2.626 kasus.

Dari jumlah tersebut, sekitar 94 pasien menjalani perawatan medis di Unit Perawatan Intensif (ICU), dengan 62 pasien di antaranya membutuhkan ventilator.

Dalam pengumumannya, Dr Noor Hisham juga menyebut tiga kematian baru dalam 24 jam terakhir. Total sudah 37 orang meninggal dunia akibat virus Corona di wilayah Malaysia.

Lebih lanjut, Dr Noor Hisham mengungkapkan bahwa korban meninggal ke-35 merupakan pasien wanita berusia 57 tahun yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Wanita ini disebut memiliki riwayat perjalanan ke Indonesia sebelum didiagnosis virus Corona. Dia meninggal dunia pada 29 Maret sore hari.

Korban meninggal ke-36 merupakan seorang pasien pria berusia 47 tahun dan korban meninggal ke-37 merupakan seorang pasien wanita berusia 46 tahun dengan riwayat darah tinggi dan penyakit autoimmune. Keduanya meninggal dunia pada 30 Maret pagi hari.

(nvc/fjp)