Lebih dari 163 Ribu Orang Positif Virus Corona di AS, 3.008 Orang Meninggal

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 09:49 WIB
Total jumlah kematian terkait virus corona di Amerika Serikat mencapai 2.409 orang. 
Data tersebut dirilis Johns Hopkins University pada Minggu (29/3) waktu setempat.
Seorang petugas di AS tampak melakukan pemeriksaan terhadap seorang warga (AP/John Minchillo)
Washington DC -

Sudah lebih dari 3 ribu orang meninggal dunia akibat virus Corona (COVID-19) di wilayah Amerika Serikat (AS). Jumlah total kasus di AS kini melebihi 163 ribu kasus.

Seperti dilansir AFP, Selasa (31/3/2020), data penghitungan terbaru dari Johns Hopkins University menyebut 3.008 orang meninggal dunia akibat virus Corona di wilayah AS.

Jumlah kasus virus Corona di negara ini juga terus bertambah dan sejauh ini mencapai 163.429 kasus.

AS masih menjadi negara dengan jumlah kasus virus Corona terbanyak di dunia. Italia, Spanyol dan China ada di bawah AS dengan masing-masing -- secara berurutan -- melaporkan 101.379 kasus, 87.956 kasus dan 81.518 kasus.

Presiden Donald Trump menuai kritikan atas respons awal yang dianggap lamban yang kini berdampak pada meluasnya pandemi virus Corona di wilayah AS. Rumah-rumah sakit di New York dan beberapa wilayah lainnya yang kewalahan menangani para pasien, mengungkapkan betapa tidak siapnya sistem kesehatan AS. Bahkan terjadi juga kekurangan untuk pasokan dasar seperti masker dan alat bantu pernapasan.

Pada Minggu (29/3) waktu setempat, Trump membatalkan rencana untuk membuka kembali perekonomian saat Paskah -- 12 April dan memperpanjang masa pemberlakuan social distancing hingga akhir April mendatang. Pembatalan dilakukan setelah para ilmuwan terkemuka AS menyajikan data soal peningkatan krisis virus Corona di AS.

Dalam pernyataan terbaru, Trump mengakui bahwa ada kemungkinan terjadinya peningkatan kasus virus Corona di AS dalam dua pekan ke depan. Hal ini disampaikan Trump setelah ilmuwan terkemuka AS, Anthony Fauci, mengungkapkan prediksinya bahwa virus Corona bisa saja menewaskan 200 ribu orang di AS.

(nvc/fjp)