WHO: Pandemi Virus Corona Telah Merenggut Lebih dari 30 Ribu Nyawa di Dunia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 30 Mar 2020 11:57 WIB
A man wearing a face mask walks in downtown Madrid, in Spain, Wednesday, March 18, 2020. Spain will mobilize 200 billion euros or the equivalent to one fifth of the countrys annual output in loans, credit guarantees and subsidies for workers and vulnerable citizens, Prime Minister Pedro Sánchez announced Tuesday. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some, it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (AP Photo/Manu Fernandez)
Foto: AP Photo
Jenewa -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa jumlah kematian terkait virus corona di seluruh dunia telah bertambah menjadi 30.105 orang hingga Minggu (29/3) waktu setempat.

Menurut laporan situasi harian WHO seperti dilansir kantor berita Xinhua, Senin (30/3/2020), total 638.146 kasus coronavirus telah dilaporkan secara global. Di antara jumlah tersebut, sebanyak 555.790 kasus dilaporkan di luar China, yang menjadi sumber wabah virus corona.

AS kini menjadi negara dengan jumlah kasus coronavirus tertinggi di dunia, yakni mencapai 103.321 kasus, menurut data WHO pada Minggu (29/3) waktu setempat.

Setelah AS, negara-negara lain yang terdampak parah dengan masing-masing mencatat lebih dari 50 ribu kasus adalah Italia, Spanyol dan Jerman. Ketiga negara Eropa itu telah melaporkan total hampir 220 ribu kasus infeksi virus corona hingga Minggu (29/3) sore waktu setempat.

Di Eropa yang menjadi pusat pandemi COVID-19 dunia, tercatat lebih dari 20 ribu pasien telah meninggal. Sebanyak 2.573 kematian di antaranya dilaporkan dalam waktu 24 jam terakhir hingga Minggu (29/3) pagi waktu setempat.

Menurut laporan situasi harian WHO tersebut, jumlah kasus terkonfirmasi virus corona dalam sehari di Eropa telah mencapai di atas 36 ribu kasus selama tiga hari berturut-turut.

Laporan WHO tersebut juga menunjukkan bahwa total 148 negara dan wilayah di dunia telah melaporkan penularan lokal penyakit COVID-19.

WHO: Jangan Semprot Disinfektan Langsung ke Tubuh!:

(ita/ita)