Trump Batal Lockdown New York, Kematian Akibat Corona di AS Tembus 2.000

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 12:49 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa?
Presiden AS Donald Trump (Foto: AP Photo)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump batal me-lockdown New York dan wilayah sekitarnya. Pembatalan itu dilakukan 8 jam usai Trump mengatakan akan me-lockdown wilayah itu untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Karantina tidak diperlukan," kata Trump melalui Twitternya seperti dilansir dari Reuters, Minggu (29/3/2020).

Kendati demikian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menyarankan penduduk di daerah itu untuk tidak bepergian kecuali untuk tujuan penting.

Pengumuman Trump datang saat jumlah kematian di AS melewati 2.100, lebih dari dua kali lipat tingkat dari dua hari yang lalu. AS kini telah mencatat lebih dari 122.000 kasus virus Corona, terbanyak di antara negara mana pun di dunia.

Selanjutnya
Halaman
1 2