PM Inggris Positif Virus Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 18:38 WIB
Members of a family listen as Britains Prime Minister Boris Johnson makes a televised address to the nation from inside 10 Downing Street in London, with the latest instructions to stay at home to help contain the Covid-19 pandemic, from a house in Liverpool, north west England on March 23, 2020. - Britain on Monday ordered a three-week lockdown to tackle the spread of coronavirus, shutting
Momen saat PM Boris Johnson mengumumkan lockdown selama 3 pekan di Inggris (AFP/PAUL ELLIS)
London -

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. PM Johnson dilaporkan mengalami gejala ringan dan kini tengah menjalani isolasi diri.

"Dalam 24 jam terakhir, saya mengalami gejala-gejala ringan dan dinyatakan positif virus Corona," tulis PM Johnson via Twitter, seperti dilansir CNN, Jumat (27/3/2020).

"Saya sekarang melakukan isolasi diri (self-isolating), tapi saya akan terus memimpin respons pemerintahan via video-conference saat kita memerangi virus ini. Bersama kita akan mengalahkan ini," imbuhnya.

Belum diketahui pasti dari mana PM Johnson tertular virus Corona.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara kantor PM Inggris atau Downing Street menyatakan pemeriksaan virus Corona dilakukan terhadap PM Johnson yang kini berusia 55 tahun ini, atas saran otoritas kesehatan Inggris. Pemeriksaan dilakukan setelah PM Johnson mengalami gejala ringan pada Kamis (26/3) waktu setempat.

"Setelah mengalami gejala ringan kemarin, Perdana Menteri menjalani pemeriksaan virus Corona atas saran pribadi Kepala Medis Inggris, Profesor Chris Whitty," demikian pernyataan juru bicara Downing Street.

"Pemeriksaan dilakukan di (Downing Street) No 10 (sebutan kantor PM Inggris-red) oleh staf NHS (Layanan Kesehatan Nasional Inggris) dan hasilnya dinyatakan positif. Sesuai dengan panduan, Perdana Menteri menjalani isolasi diri di Downing Street," imbuh juru bicara itu.

Sejauh ini, otoritas Inggris mengonfirmasi lebih dari 11 ribu kasus virus Corona di wilayahnya, dengan 578 orang meninggal dunia.

(nvc/fjp)