2 Ribu Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Larang Warga Keluar Kota

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 15:25 WIB
A public bus driver, right, and a pedestrian wear masks to help guard against the Coronavirus in downtown Tehran, Iran, Sunday, Feb. 23, 2020. On Sunday Irans health ministry raised the death toll from the new virus to 8 people in the country, amid concerns that clusters there, as well as in Italy and South Korea, could signal a serious new stage in its global spread. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Ilustrasi -- Sopir bus dan pejalan kaki di Teheran memakai masker saat beraktivitas di tengah pandemi virus Corona (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Menteri Dalam Negeri Iran, Abdolreza Rahmani Fazli, menuturkan kepada kantor berita IRNA bahwa larangan perjalanan akan diberlakukan mulai 'besok atau lusa', merujuk pada Kamis (26/3) atau Jumat (27/3) waktu setempat.

Otoritas Iran, pada Rabu (25/3) waktu setempat, mengumumkan 143 kematian baru dalam sehari, yang menjadikan jumlah total korban meninggal akibat virus Corona mencapai 2.077 orang.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, mengumumkan adanya 2.206 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Total kasus virus Corona di Iran kini mencapai 27.017 kasus.

Diketahui bahwa Iran sejak lama menolak untuk memberlakukan lockdown di wilayahnya dan lebih memiliki bergantung pada imbauan verbal yang meminta warganya tetap tinggal di rumah. Namun imbauan semacam itu banyak diabaikan warga. Aktivitas bepergian besar-besaran yang terjadi saat liburan Tahun Baru Persia memicu kekhawatiran baru bahwa virus Corona telah menyebar lebih dalam ke kawasan pedesaan atau pinggiran negara itu.

Halaman

(nvc/ita)