Lebih dari 1.600 Orang Ditangkap di Yordania karena Langgar Jam Malam Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 11:41 WIB
Corona di Italia
Foto: CNN
Amman -

Lebih dari 1.600 orang telah ditangkap di Yordania dalam waktu tiga hari karena melanggar aturan jam malam. Aturan jam malam tersebut diberlakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang tengah mewabah.

Pejabat keamanan Yordania mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/3/2020), hingga Selasa (24/3) waktu setempat sebanyak 1.657 orang ditangkap di berbagai wilayah Yordania sejak jam malam mulai diberlakukan pada Sabtu (21/3) lalu. Mereka kini ditempatkan di pusat-pusat karantina yang dikelola oleh militer.

Sebelumnya, pemerintah Yordania telah mengingatkan bahwa warga yang kedapatan melanggar aturan jam malam akan dikarantina selama 14 hari dan juga bisa terancam hukuman penjara hingga satu tahun.

Kerajaan tersebut telah melaporkan 26 kasus baru coronavirus pada Selasa (24/3) waktu setempat, sehingga dengan demikian, sejauh ini total 153 orang telah dinyatakan positif corona di negeri berpenduduk sekitar 10 juta jiwa itu.

Belum ada kematian pasien corona yang dilaporkan di Yordania sejauh ini.

Yordania menerapkan jam malam setelah warganya tidak mematuhi perintah untuk tidak keluar rumah kecuali karena darurat. Militer Yordania pun dikerahkan untuk penerapan aturan jam malam tersebut.

Di Amman, ibu kota Yordania pada Selasa (24/3) waktu setempat, sebanyak 190 bus dicarter oleh otoritas setempat untuk mengantarkan roti langsung ke rumah-rumah warga.

Otoritas Yordania juga telah melarang perjalanan antar provinsi, menutup kota Amman dan menghentikan sementara transportasi umum dan penerbangan.

Polisi Bubarkan Warga Blitar yang Masih Nongkrong:

(ita/ita)