International Updates

Inggris Lockdown, China Khawatirkan Gelombang Kedua Wabah Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 18:47 WIB
WUHAN, CHINA - FEBRUARY 10:  A protective mask is seen on a statue outside a street on February 10, 2020 in Wuhan, China. Flights, trains and public transport including buses, subway and ferry services have been closed for the nineteenth day. The number of those who have died from the Wuhan coronavirus, known as 2019-nCoV, in China climbed to 909.  (Photo by Stringer/Getty Images)
Ilustrasi -- Patung di Wuhan, China turut dipasangi masker di tengah pandemi virus Corona (Getty Images)
Jakarta -

Otoritas Inggris memberlakukan lockdown selama tiga pekan untuk membatasi penyebaran virus Corona. Sementara otoritas China mengkhawatirkan gelombang kedua wabah virus Corona setelah jumlah kasus impor terus bertambah.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan langkah tegas memberlakukan lockdown di negaranya pada Senin (23/3) malam waktu setempat. Langkah ini diharapkan bisa menangkal penyebaran virus Corona di Inggris.

Setiap warga dilarang keluar rumah selama lockdown berlangsung, kecuali untuk urusan penting dan mendesak.

Sementara itu, otoritas China yang mengalami penurunan jumlah kasus baru virus Corona di wilayahnya, mengkhawatirkan munculnya gelombang kedua wabah ini. Kekhawatiran baru muncul setelah jumlah kasus impor di negara itu semakin bertambah setiap harinya.

Langkah-langkah tegas seperti mewajibkan karantina bagi semua orang yang baru tiba di China, diberlakukan demi menekan jumlah kasus impor.

Secara nasional,jumlah total kasus virus Corona di China daratan kini mencapai 81.171 kasus. Jumlah korban meninggal bertambah menjadi 3.277 orang. Sedangkan total 73.159 pasien virus Corona di China telah dinyatakan sembuh. Sekitar 4.735 pasien lainnya masih menjalani perawatan medis.

Berikut berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom hari ini:

- Inggris Lockdown Selama 3 Pekan untuk Tangkal Virus Corona

Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown selama tiga pekan untuk menangkal penyebaran virus Corona atau COVID-19. Setiap toko dan layanan jasa ditutup sementara, dengan warga dilarang untuk berkumpul.

"Tetap di rumah," tegas Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (24/3/2020).

Pengumuman lockdown ini disampaikan pada Senin (23/3) malam waktu setempat, setelah jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Inggris bertambah menjadi 335 orang. Jumlah total kasus virus Corona di Inggris saat ini mencapai 6.650 kasus.

Langkah tegas ini diambil PM Johnson setelah muncul kemarahan dari pemerintah yang merasa imbauan agar warga mengurangi kontak sosial demi meminimalisasi penularan virus Corona, diabaikan oleh publik. Kerumunan orang terlihat menikmati akhir pekan di taman-taman setempat dan di area pinggiran negara itu.

"Mulai malam ini (23/3) saya harus memberikan instruksi sederhana untuk warga Inggris -- Anda harus tetap di rumah," tegas PM Johnson. "Karena hal penting yang harus kita lakukan adalah menghentikan penyebaran penyakit antar rumah," imbuhnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3