3 Orang di Nigeria Dibawa ke RS karena Keracunan 'Obat Corona' Chloroquine

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 19:03 WIB
ilustrasi corona
Foto: ilustrasi corona
Lagos -

Tiga orang warga Nigeria dilarikan ke rumah sakit karena keracunan Chloroquine. Mereka overdosis obat yang disebut menjadi second line untuk menyembuhkan Corona itu.

Karena kondisi ini, Pejabat Kesehatan Nigeria kemudian mengeluarkan peringatan soal konsumsi obat ini. Konsumsi obat ini meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkomentar soal penggunaan obat tersebut untuk mengobati virus Corona.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa rapat Gedung Putih pekan lalu menyebutkan bahwa Departemen Obat dan Makanan (Food and Drug Administration (FDA) sudah menerima obat Chloroquine yang 'sangat kuat' untuk mengobati Coronavirus.

"Ini menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan - sangat, sangat menggembirakan. Dan kita akan dapat membuat obat itu tersedia segera. Dan di situlah FDA begitu hebat. Mereka - mereka telah melalui persetujuan proses; itu telah disetujui. Mereka mempersingkat dari berbulan-bulan menjadi segera. Jadi kita akan dapat mendapatkan obat itu dari resep atau persetujuan negara," ujar Trump dilansir CNN, Senin (23/3/2020).

Namun, FDA setelah rapat menyebut bahwa mereka belum menyepakati bahwa obat tersebut bisa digunakan untuk mengobati coronavirus. Mereka masih mempelajari hal itu.

Di Nigeria, harga obat ini naik berkali-kali lipat. Salah seorang warga Lagos kepada CNN menyebut, harga Chloroquine di apotik dekat rumahnya naik 400% hanya dalam hitungan menit.

Kementerian Kesehatan Nigeria menyatakan bahwa belum ada bukti kuat bahwa chloroquine efektif untuk mencegah atau mengendalikan infeksi coronavirus.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa obat Chloroquine merupakan produksi dalam negeri, yaitu PT Kimia Farma. Jokowi menambahkan obat ini bukanlah obat utama untuk menyembuhkan pasien positif virus Corona (COVID-19).

"Hari ini saya sampaikan dengan Chloroquine, barang ini adalah produksi Indonesia, produksi Kimia Farma. Yang pertama, saya sampaikan klorokuin ini adalah bukan obat first line, tapi obat second line, karena memang obat COVID-19 ini belum ada, dan juga belum ada antivirusnya," kata Jokowi di RS Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020).

(zlf/gbr)