ADVERTISEMENT

Ohio dan Louisiana Umumkan Lockdown karena Virus Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 14:40 WIB
Health professionals conduct coronavirus tests at a drive through testing site at the University of Dayton in Dayton, Ohio on March 17, 2020. - The coronavirus outbreak has transformed the US virtually overnight from a place of boundless consumerism to one suddenly constrained by nesting and social distancing. (Photo by Megan JELINGER / AFP)
Petugas medis saat melakukan pemeriksaan di lokasi drive-thru test untuk virus Corona di Dayton, Ohio (Megan JELINGER/AFP)
Columbus -

Semakin banyak negara bagian Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan lockdown di tengah pandemi virus Corona. Negara bagian Ohio, Lousiana dan Delaware menjadi negara-negara bagian AS terbaru yang ikut memberlakukan langkah tegas ini demi memperlambat penyebaran virus ini.

Seperti dilansir Reuters, Senin (23/3/2020), ketiga negara bagian itu bergabung dengan New York, California, Illinois, Connecticut dan New Jersey yang terlebih dahulu membatasi pergerakan warganya. Total ada 101 juta orang di lima negara bagian itu yang diimbau tidak keluar rumah.

Atau dengan kata lain, seperti dilaporkan Reuters, kini setidaknya satu dari tiga warga AS berada di bawah perintah tetap tinggal di rumah demi memperlambat penyebaran virus yang telah menewaskan lebih dari 410 orang di AS ini. Total lebih dari 34 ribu orang terinfeksi virus Corona di seluruh wilayah AS.

Gubernur Ohio, Mike DeWine, mulai memberlakukan lockdown di wilayahnya sejak Minggu (22/3) waktu setempat.

"Setiap bukti yang bisa saya tunjukkan, mengindikasikan bahwa kita berada pada masa yang sungguh kritis dalam perang ini dan apa yang kita lakukan sekarang akan memberikan perbedaan di dunia," tegas DeWine dalam pernyataannya.

"Apa yang kita lakukan sekarang akan memperlambat penyerbuan (virus Corona-red) ini. Ini akan memperlambat penyerbuan ini jadi sistem layanan kesehatan kita ... akan memiliki waktu untuk merawat para korban," imbuhnya.

Kasus Positif Corona di RI Jadi 579, 49 Meninggal:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT