Gaza Laporkan 2 Kasus Corona Pertama

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 22 Mar 2020 10:39 WIB
A demonstrator holds a Palestinian flag during a protest at the Israel-Gaza border fence, in the southern Gaza Strip January 18, 2019. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Ilustrasi Gaza. Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Gaza -

Otoritas kota Gaza, teritori Palestina, mengonfirmasi dua kasus pertama virus Corona (COVID-19). Pasien merupakan warga Palestina yang sempat melakukan perjalanan ke Pakistan.

Seperti dilansir AFP, Minggu (22/3/2020), Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan dua orang yang dinyatakan positif telah ditahan di lokasi karantina sejak mereka kembali dari Pakistan pada hari Kamis (19/3). Kedua orang itu merupakan pria. Hal ini untuk membatasi interaksi yang pasien dengan warga lainnya.

"Dua kasus ini tercatat di antara mereka yang kembali ke Gaza... (dan) tidak berbaur dengan penduduk Jalur Gaza," kata Wakil Menteri Kesehatan Yousef Abu Al-Reesh kepada wartawan.

PBB sudah memperingatkan bahwa wabah COVID-19 di Gaza bisa menjadi bencana, mengingat kawasan yang diblokade Israel itu memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi dan sistem fasilitas kesehatan yang rendah.

Israel telah memberlakukan blokade terhadap Gaza sejak 2007, ketika kelompok Islam Hamas menguasai wilayah itu. Israel berpendapat langkah-langkah itu diperlukan untuk mengisolasi Hamas, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh sebagian besar negara-negara Barat. Israel dan Hamas telah berperang tiga kali sejak 2008.

Aktivitas keluar masuk ke wilayah itu juga sudah sangat dibatasi untuk mencegah penyebaran virus Corona. Otoritas Gaza mengatakan bahwa lebih dari 2.700 warga Palestina melakukan isolasi di rumah. Kebanyakan dari mereka baru saja kembali dari Mesir.

Kepala kantor Organisasi Kesehatan Dunia Palestina, Gerald Rockenschaub, mengatakan blokade yang dilakukan oleh Israel membuat kualitas fasilitas kesehatan di Gaza tetap buru.Gaza hanya memiliki 60 tempat perawatan intensif (ICU) untuk dua juta orang. Namun tidak semua orang bisa menikmatinya, karena jumlah staf kesehatan yang terbatas.

Menanggapi pandemi, Israel telah mengumumkan peningkatan pasokan peralatan medis ke Gaza, termasuk ratusan alat tes COVID-19 yang ditransfer minggu ini. Otoritas Hamas juga bekerja untuk membangun hingga 1.000 ruang isolasi baru di dekat persimpangan Rafah dengan Mesir.

(rdp/tor)