Ada Laporan 17 Kasus Corona, Rwanda Lockdown

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 22 Mar 2020 09:33 WIB
rwanda
Foto: AFP/Getty Images
Kigali -

Rwanda telah memberlakukan lockdown atau karantina wilayah untuk membatasi penularan virus Corona (COVID-19). Kebijakan lockdown ini merupakan langkah terberat yang diberlakukan di Afrika sub-Sahara untuk mengekang penyebaran virus Corona.

Seperti dilansir AFP, Minggu (22/3/2020) pemerintah Rwanda melarang warga keluar rumah. Keluar rumah hanya diperbolehkan untuk keperluan perawatan kesehatan, makanan dan pergi ke bank.

"Gerakan dan kunjungan yang tidak perlu di luar rumah tidak diizinkan," kata pemerintah Republik Rwanda dalam pernyataan resminya.

Dalam pernyataan itu juga dijelaskan bahwa semua perbatasan ditutup kecuali untuk lewatnya barang dan kargo serta warga Rwanda. Semua pusat kegiatan ditutup kecuali pasar induk. Pun ada pembatasan perjalanan antara kota dan kabupaten.

Untuk diketahui, pemerintah Rwanda pada hari Sabtu (21/3) telah mencatat 17 kasus COVID-19 di negaranya. Jumlah ini adalah yang tertinggi di wilayah Afrika Timur. Semua penerbangan komersial ke negara tersebut juga telah ditangguhkan, semua bar ditutup.

Siapa pun yang tiba di Rwanda akan dikenakan karantina 14 hari di lokasi yang ditentukan. Padahal, wisatawan internasional untuk pariwisata dan pameran dagang adalah sumber utama pendapatan untuk Rwanda dan ibu kota Kigali khususnya.

Tetapi pihak berwenang bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran wabah coronavirus. Yakni dengan melarang acara besar di luar ruangan seperti konser dan pertemuan politik. Kebijakan ini diberlakukan bahkan sebelum negara itu melaporkan kasus Corona pertamanya.

(rdp/tor)