Ada 111 Kasus Baru Corona, Australia Larang Warga Asing Masuk Wilayahnya

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 14:42 WIB
Passengers wait to check-in at the departures hall at the international airport in Sydney on March 18, 2020. - Australia urged its citizens on March 18, not to travel abroad and warned those already overseas to rush home as it imposed unprecedented steps to choke off the spread of the coronavirus epidemic taking off Down Under. (Photo by PETER PARKS / AFP)
Para penumpang memakai masker di Bandara Internasional Sydney, Australia (AFP/PETER PARKS)
Canberra -

Otoritas Australia menerapkan larangan masuk terhadap seluruh warga negara asing (WNA) setelah melaporkan tambahan 111 kasus baru virus Corona di wilayahnya. Larangan semacam ini belum pernah diberlakukan sebelumnya oleh Australia.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Kamis (19/3/2020), Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, dalam pernyataan terbaru mengumumkan bahwa mulai Jumat (20/3) waktu setempat, Australia tidak akan lagi mengizinkan masuknya orang-orang yang bukan warga negara Australia atau bukan resident Australia.

Bagi warga asing yang merupakan keluarga langsung dari warga Australia masih diperbolehkan masuk.

"Malam ini kita akan memutuskan untuk pindah ke posisi di mana larangan perjalanan akan diberlakukan terhadap seluruh non-resident, bukan warga Australia yang datang ke Australia, dan itu akan diberlakukan mulai pukul 21.00 malam besok (20/3)," ucap PM Morrison dalam pengumumannya.

Dia menuturkan bahwa dirinya telah berkonsultasi dengan PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, soal larangan masuk untuk warga asing ini untuk menyelaraskan langkah-langkah kedua negara. PM Ardern sendiri telah mengumumkan larangan masuk untuk setiap warga negara asing di Selandia Baru pada Kamis (19/3) ini.

"Kami meyakini bahwa sekarang penting untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam memastikan bahwa kita sekarang tidak akan lagi mengizinkan siapa pun (masuk), kecuali mereka adalah seorang resident atau warga negara atau anggota keluarga langsung dalam kasus-kasus itu, seperti yang diberlakukan dalam larangan perjalanan sebelumnya," sebut PM Morrison.

Presiden Jokowi Instruksikan 'Rapid Test' Corona dalam Cakupan Besar:

Selanjutnya
Halaman
1 2