Australia Larang Warganya ke Luar Negeri, yang Bepergian Diminta Pulang

Zulfi Suhendra - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 11:10 WIB
Jumlah total kasus virus Corona atau Covid-19 di Korsel telah mencapai 7.513 kasus. Korsel pun terus berperang melawan Corona karena jumlah pasien terus bertambah.
Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun
Jakarta -

Pemerintah Australia melarang warganya bepergian ke luar negeri dan meminta yang tengah berada di luar negeri untuk segera pulang. Hal ini demi menekan angka penyebaran virus Corona bagi warga Negeri Kangguru.

Dilansir AFP, Rabu (18/3/2020), Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga memerintahkan untuk menghentikan pertemuan tak penting di dalam ruangan dengan jumlah hadiri lebih dari 100 orang. Juga melarang acara di luar ruangan yang dihadiri lebih dari 500 orang.

Meskipun Morrison menyebut tindakan keras itu sebagai "larangan tak terbatas" pada perjalanan ke luar negeri, saran resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah itu ditulis sebagai rekomendasi.

"Tak peduli tujuan Anda, kesehatan atau umur Anda, imbauan kita adalah jangan bepergian pada saat ini!" ujar imbauan itu.

Meski begitu, maskapai penerbangan tetap menjual tiket untuk perjalanan ke luar negeri. "Ini hanya imbauan, bukan larangan," ujar juru bicara maskapai Qantas.

Morrison menyebut virus Corona ini adalah pandemic 100 tahun sekali.

"Kita tidak pernah melihat hal seperti ini di Australia sejak berakhirnya Perang Dunia I," ujar Morrison.

"Kita akan membuat Australia tetap bertahan, kita akan tetap membuat Australia berjalan. Tapi tak akan terlihat seperti biasanya," ujarnya.

Kasus Corona di Australia sudah mencapai lebih dari 500. Sementara 5 orang meninggal. Tapi, jumlah orang yang terinfeksi terus naik hari ke hari dengan mayoritas dari kasus ini disebabkan oleh traveler yang kembali ke Australia atau mereka tertular orang lain.

Jangan Egois! Kalau Habis dari Luar Negeri Harus Karantina Diri:

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/dnu)