Pelanggar Dekrit Lockdown Corona di Italia Terancam Bui dan Denda

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 15:10 WIB
A woman walks in front of Romes ancient Colosseum in the afternoon of Thursday, March 12, 2020. A sweeping lockdown is in place in Italy to try to prevent it from becoming the next epicenter of the coronavirus epidemic. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some, it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (AP Photo/Alessandra Tarantino)
Situasi di sekitar Colosseum di Roma cenderung sepi saat lockdown diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Laporan media lokal, Ansa News Agency, menyebut tujuh warga negara asing ditangkap di Roma setelah ditangkap karena bermain kartu di area terbuka. Tidak disebut lebih lanjut asal kewarganegaraan mereka.

Bagi siapa saja yang terbukti bersalah melanggar dekrit darurat itu, terancam hukuman maksimum 3 bulan penjara dan hukuman denda hingga 206 Euro (Rp 3,3 juta).

Kemudian untuk orang-orang yang terinfeksi virus Corona yang kedapatan melanggar kewajiban karantina selama 2 minggu, akan terancam hukuman 1-12 tahun penjara.

Sejauh ini, kebanyakan warga Italia menunjukkan sikap suportif terhadap keputusan lockdown nasional ini. Salah satu polling setempat menunjukkan lebih dari 80 persen warga Italia mendukung keputusan pemerintah ini. "Saya yakin bahwa langkah-langkah ini tepat dan akan mengurangi wabah ini. Jadi pada saat ini, semakin banyak pengorbanan yang kita lakukan, semakin mungkin kita akan mengatasi masalah ini," ucap salah satu warga Italia, Frederica Bravi.

Sejauh ini, sudah 15.113 kasus virus Corona terkonfirmasi di wilayah Italia, dengan 1.016 orang meninggal dunia. Menurut otoritas perlindungan sipil Italia, seperti dikutip BBC, sekitar 1.258 pasien virus Corona di Italia dinyatakan sembuh.


(nvc/gbr)