Qatar Laporkan Lebih dari 200 Kasus Baru Corona dalam Sehari

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 17:23 WIB
A policeman and pedestrians wear masks to help guard against the Coronavirus, in downtown Tehran, Iran, Sunday, Feb. 23, 2020. On Sunday, Irans health ministry raised the death toll from the new virus to 8 people in the country, amid concerns that clusters there, as well as in Italy and South Korea, could signal a serious new stage in its global spread. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Sebagian kasus virus Corona di Qatar masih berkaitan dengan kasus-kasus di Iran (AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Doha -

Jumlah kasus virus Corona di wilayah Qatar mengalami lonjakan drastis, dengan lebih dari 200 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam. Sejauh ini, total 262 kasus virus Corona terkonfirmasi di Qatar.

Seperti dilansir AFP, Kamis (12/3/2020), dengan lonjakan itu, Qatar kini menjadi negara dengan jumlah kasus virus Corona terbanyak di kawasan Teluk. Lonjakan drastis ini diduga kuat dipicu oleh penularan dalam masyarakat.

"Kementerian Kesehatan Publik mengumumkan hari ini bahwa pihaknya mencatat 238 kasus baru virus Corona 2019," demikian bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan Qatar. Pernyataan ini merujuk pada lonjakan dari 24 kasus menjadi kini total 262 kasus.

Sejauh ini belum ada laporan korban meninggal akibat virus Corona di wilayah Qatar. Namun otoritas Qatar telah meliburkan seluruh universitas dan sekolah-sekolah di wilayahnya. Berbagai acara publik, termasuk MotoGP, juga dibatalkan. Tidak hanya itu, para pelancong dari 14 negara juga dilarang masuk ke Qatar.

Otoritas Qatar terus berupaya menekan prospek meluasnya wabah virus Corona secara nasional. Untuk lonjakan ini, otoritas Qatar menyebut kasus-kasus baru terkait dengan sebuah kompleks perumahan yang terhubung dengan tiga pekerja ekspatriat yang dinyatakan positif virus Corona pada akhir pekan lalu.

"Sebanyak 238 individu ini semuanya ada di bawah karantina di kompleks perumahan yang sama, di mana tiga orang yang didiagnosis dengan virus ini pada Minggu (8/3) waktu setempat, sempat tinggal," sebut seorang pejabat Qatar yang enggan disebut namanya.

"Mereka memiliki paparan terbatas pada masyarakat yang lebih luas," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2