WHO: Wabah Corona di Korsel-Italia-Iran-Jepang Jadi Kekhawatiran Terbesar

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 13:06 WIB
Workers wearing protective gears spray disinfectant against the new coronavirus in front of a church in Daegu, South Korea, Thursday, Feb. 20, 2020. The mayor of the South Korean city of Daegu urged its 2.5 million people on Thursday to refrain from going outside as cases of the new virus spike. (Kim Jun-beom/Yonhap via AP)
Petugas dengan pakaian pelindung menyemprotkan disinfektan di kawasan kota Daegu, Korsel (Kim Jun-beom/Yonhap via AP)
Jenewa -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Korea Selatan (Korsel), Italia, Iran dan Jepang telah menjadi kekhawatiran terbesar. Ditegaskan WHO bahwa langkah agresif diperlukan untuk menghentikan penyebaran dan menyelamatkan nyawa.

Seperti dilansir kantor berita China, Xinhua News Agency, Selasa (3/3/2020), Korsel, Italia, Iran dan Jepang tercatat sebagai negara dengan kasus virus corona terbanyak di luar China daratan.

"Wabah di Republik Korea, Italia dan Iran dan Jepang menjadi kekhawatiran terbesar kita," sebut Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, pada Senin (2/3) waktu setempat. Pernyataan Tedros ini juga dilansir oleh situs resmi PBB.

Hingga Selasa (3/3) waktu setempat, otoritas Korsel mengonfirmasi 4.812 kasus dengan 34 orang meninggal dunia. Jumlah kasus virus corona di Korsel itu tercatat melebihi separuh dari seluruh kasus di luar China daratan.

Sebagian besar kasus virus corona di Korsel diyakini muncul dari kasus-kasus 'suspect' dari lima cluster yang ada di negara tersebut, bukan menyebar luas di tengah masyarakat. Ini mengindikasikan bahwa langkah-langkah pemantauan telah bekerja dan wabah masih bisa ditangani di dalam negara tersebut.

"Mengetahui dan memahami wabah di wilayah Anda menjadi langkah pertama untuk bisa mengalahkannya," ucap Tedros.

"Situasi di Korea (Selatan) juga menggarisbawahi bahwa ini merupakan virus yang unik dengan fitur-fitur unik. Virus ini bukan influenza," terang Tedros. "Jika ini merupakan wabah infuenza, kita sudah memperkirakan adanya penyebaran secara luas di tengah masyarakat saat ini -- dan upaya-upaya untuk mengatasinya tidak mungkin bisa dilakukan dengan mudah. Tapi penanganan Covid-19 bisa dilakukan dan harus tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh negara," imbuhnya.

"Dengan langkah-langkah agresif sejak dini, negara-negara bisa menghentikan penyebaran dan menyelamatkan nyawa," tegas Tedros.

Selanjutnya
Halaman
1 2