Korut Luncurkan 2 Rudal Balistik Jarak Pendek

Korut Luncurkan 2 Rudal Balistik Jarak Pendek

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 18:17 WIB
Korut Luncurkan 2 Rudal Balistik Jarak Pendek
Peluncuran rudal balistik dilakukan dua hari setelah Kim Jong-Un mengawasi latihan artileri untuk menguji kesiapan tempur Korut (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) dilaporkan baru saja meluncurkan dua rudal balistik dari wilayahnya. Aktivitas rudal balistik terbaru ini terjadi beberapa pekan setelah Korut mengancam akan memamerkan 'senjata strategis baru'.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Senin (2/3/2020), peluncuran rudal balistik oleh Korut ini merupakan yang pertama selama lebih dari tiga bulan terakhir dan saat perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) menempuh jalan buntu.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) atau JCS dalam pernyataannya menyebut dua proyektil terdeteksi ditembakkan ke arah timur dari area Wonsan, Korut, pada Senin (2/3) waktu setempat. Disebutkan JCS bahwa proyektil dari Korut itu mengudara sejauh 240 kilometer, dengan ketinggian maksimum 35 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan JCS bahwa militer Korsel dan Amerika Serikat (AS) tengah menganalisis bersama peluncuran proyektil itu, namun belum mengonfirmasi apakah proyektil itu rudal balistik atau roket artileri. "Diyakini sebagai rudal balistik jarak pendek," sebut seorang pejabat JCS yang enggan disebut namanya.

Diketahui bahwa peluncuran rudal ini dilakukan dua hari setelah media nasional Korut melaporkan pemimpin mereka, Kim Jong-Un, mengawasi latihan artileri yang bertujuan menguji kesiapan tempur unit garis terdepan dan area-area timur Korut.

ADVERTISEMENT

Otoritas keamanan Korsel menyampaikan 'kekhawatiran besar' bahwa Korut berupaya 'melakukan tindakan-tindakan yang meningkatkan ketegangan militer'.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan tidak ada indikasi sebuah objek jatuh di wilayah perairannya atau di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE). "Peluncuran balistik dan rudal lainnya oleh Korea Utara merupakan masalah serius," tegas Kementerian Pertahanan Jepang.

Aktivitas terbaru rudal balistik Korut ini terjadi saat rezim komunis itu sedang berjuang mencegah penyebaran virus corona. Dilaporkan beberapa waktu lalu, oleh kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, bahwa otoritas Korut mengkarantina 380 warga negara asing (WNA) sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Disebutkan Yonhap dalam laporannya bahwa Korut mengintensifkan isolasi, pemantauan medis dan langkah-langkah pengujian terhadap orang-orang yang baru datang dari perjalanan ke luar negeri, serta terhadap orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan orang-orang itu.

Sejauh ini belum ada laporan resmi virus corona dari Korut. Namun dilaporkan bahwa Korut menutup perbatasannya dengan China, pusat wabah ini, dan memberlakukan masa karantina selama 30 hari bagi siapa saja yang diduga terinfeksi virus corona.

"Maret adalah musim uji coba rudal yang cukup diandalkan bagi Korea Utara. Tampaknya Covid-19 tidak mengubah hal itu," sebut peneliti senior pada Federation of American Scientists, Ankit Panda, dalam analisisnya.

Halaman 2 dari 2
(nvc/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads