Raja Resmi Angkat Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Mar 2020 11:18 WIB
Muhyiddin Yassin, president of Malaysian United Indigenous Party, waves to journalists as he leaves his house to the palace to meet the king in Kuala Lumpur, Saturday, Feb. 29, 2020. Malaysian leader Mahathir Mohamad indicated Saturday that he will reconcile with the former ruling alliance he led with rival Anwar Ibrahim in an about-turn that follows a week of political turmoil that followed his resignation as prime minister. (AP Photo)
Muhyiddin Yasin resmi diangkat menjadi PM Malaysia. (Foto: AP Photo)
Kuala Lumpur -

Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu (Partai Bersatu) yang juga mantan Menteri Dalam Negeri Kabinet Pakatan Harapan, Muhyiddin Yassin, resmi diangkat sebagai Perdana Menteri kedelapan Malaysia di Istana Negara. Muhyiddin resmi diangkat oleh Raja Malaysia atau Yang Dipertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Pengangkatan sumpah jabatan serta sumpah simpan rahasia sebagai perdana menteri tersebut berlangsung di Balai Singgahsana Kecil, Istana Negara, Minggu (1/3/2020). Dilansir Channel News Asia, prosesi pengangkatan sumpah Muhyiddin sebagai PM Malaysia berlangsung mulai pukul 10.31 dan berakhir pukul 10.43 waktu setempat yang disiarkan secara langsung media resmi pemerintah.

Muhyiddin dengan mengenakan busana melayu hitam-hitam dengan peci warna hitam menyampaikan sumpah di depan raja yang mengenakan busana coklat muda yang duduk di singgasana bersama istrinya. Setelah membacakan sumpah. Muhyiddin kemudian menandatangani sejumlah berkas.

Kemudian Mufti Wilayah Persekutuan Haji Zulkifli Mohamad Al-Bakri memimpin pembacaan doa pada 10.38 hingga pukul 10.41.

Turut hadir di istana negara Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi beserta sejumlah ketua partai Koalisi Barisan Nasional dari MIC dan MCA, Ketua PAS Abdul Hadi Awang dan eks Wakil Ketua PKR, Azmin Ali.

Tepat pukul 10.43 raja dan permaisursi meninggalkan tempat acara diikuti perdana menteri. Posisi PM Malaysia sebelumnya dijabat Mahathir Mohamad yang beberapa hari lalu mengundurkan diri, tetapi kembali mencalonkan diri.

(dkp/gbr)