Round-Up

Polemik PM Baru Malaysia Berakhir di Jentik Jari Raja?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Mar 2020 09:24 WIB
The incoming 16th King of Malaysia, the sixth Sultan of Pahang, Al-Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Mustain Billah inpects the guard of honour during the welcoming ceremony at the Parliament House in Kuala Lumpur on January 31, 2019. (Photo by MOHD RASFAN / AFP)
Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Musta'in Billah (MOHD RASFAN/AFP)
Kuala Lumpur -

Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri (PM) baru. Akankah keputusan sang raja menghentikan polemik PM baru Malaysia?

Muhyiddin ditunjuk Raja Malaysia untuk menjadi pengganti Mahathir Mohamad yang telah mengundurkan diri beberapa hari lalu. Pihak Istana Negara telah mengumumkan bahwa Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin sebagai PM baru usai menerima perwakilan dari seluruh partai politik di Malaysia.

"Setelah menerima perwakilan dari seluruh pemimpin yang mewakili partai masing-masing dan anggota independen Dewan Rakyat, menurut pendapat Yang Mulia, anggota Dewan Rakyat yang kemungkinan besar mendapat kepercayaan mayoritas di antara anggota Dewan Rakyat lainnya adalah Tan Sri Muhyiddin Yassin, anggota parlemen dari Pagoh," ucap Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin, dalam pernyataannya seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star dan Malaysiakini, Sabtu (29/2/2020).

Penunjukan ini sesuai dengan Pasal 40 ayat 2(a) dan Pasal 43 ayat 2(a) pada Konstitusi Federal Malaysia yang mengatur wewenang Raja Malaysia untuk menunjuk Perdana Menteri yang diyakini memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen atau Dewan Rakyat.

Raja Malaysia menjentikkan jari, menunjuk Muhyiddin sebagai PM baru setelah Mahathir Mohamad kembali menawarkan diri untuk menjabat PM.

Nama Muhyiddin mencuat setelah dirinya mengklaim didukung 36 anggota parlemen dari Partai Bersatu. Dukungan total dari Partai Bersatu ini mengejutkan karena sebelumnya menyatakan mendukung Mahathir.

Polemik PM Baru Malaysia Berakhir di Jentik Jari Raja?Muhyiddin Yassin (Foto: AP Photo)

Muhyiddin juga disebut mendapat dukungan penuh dari partai-partai oposisi yang membentuk koalisi Barisan Nasional (BN). Koalisi BN diketahui terdiri atas empat partai politik (parpol), yakni Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) -- yang menaungi eks PM Malaysia Najib Razak yang terjerat skandal korupsi, kemudian Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Asosiasi China Malaysia (MCA), dan Kongres India Malaysia (MIC).

Namun diperkirakan pergolakan politik di Malaysia masih panas. Mahathir Mohamad menyatakan penolakan penunjukan Muhyiddin sebagai PM ke-8 Malaysia.

Mahathir mengklaim mendapat dukungan mayoritas dalam parlemen Malaysia. Mahathir ingin membantah klaim pihak Muhyiddin didukung mayoritas parlemen Malaysia yang disodorkan ke Raja Malaysia.