Jadi PM Baru Malaysia, Muhyiddin Yassin Akan Dilantik 1 Maret

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 16:44 WIB
Malaysias former interior minister Muhyiddin Yassin (C), his wife Noraini Abdul Rahman  talk to the press outside his home in Kuala Lumpur on February 29, 2020. - Muhyiddin was named as Malaysias new prime minister on February 29, royal officials said, signalling the end of Mahathir Mohamads rule and return to power of a scandal-plagued party. (Photo by Mohd RASFAN / AFP) / The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by Mohd RASFAN has been modified in AFP systems in the following manner: [---] instead of [Malaysian politician Anwar Ibrahim (L)]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.
Muhyiddin Yassin bersama istrinya, Noraini Abdul Rahman (Mohd RASFAN/AFP)
Kuala Lumpur -

Muhyiddin Yassin resmi ditunjuk oleh Raja Malaysia menjadi Perdana Menteri (PM) yang baru menggantikan Mahathir Mohamad. Rencananya, Muhyiddin akan dilantik pada Minggu (1/3) besok di Istana Negara, Kuala Lumpur.

Seperti dilansir media lokal Malaysiakini, Sabtu (29/2/2020), penunjukan Muhyiddin sebagai PM baru diputuskan oleh Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, setelah menemui seluruh perwakilan partai politik dan anggota parlemen Malaysia pada Sabtu (29/2) ini.

Keputusan Sultan Abdullah itu diumumkan oleh Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin.

Disebutkan juga oleh Ahmad Fadil bahwa Muhyiddin akan diambil sumpahnya dan dilantik menjadi PM Malaysia di Istana Negara pada Minggu (1/3) besok, sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

"Yang Mulia memutuskan bahwa proses pengangkatan Perdana Menteri tidak bisa ditunda karena negara ini membutuhkan sebuah pemerintahan demi kesejahteraan rakyatnya dan negara yang kita cintai," sebut Ahmad Fadil dalam pengumumannya.

"Yang Mulia memutuskan bahwa ini merupakan keputusan terbaik bagi semua, dan Yang Mulia berharap agar krisis politik akan segera berakhir," imbuhnya.

Diketahui bahwa sesuai pasal 40 ayat 2(a) dan pasal 43 ayat 2(a) pada Konstitusi Federal Malaysia, Raja Malaysia memiliki wewenang untuk menunjuk Perdana Menteri yang diyakini memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen atau Dewan Rakyat Malaysia.

"Setelah menerima perwakilan dari seluruh pemimpin yang mewakili partai masing-masing dan anggota independen Dewan Rakyat, menurut pendapat Yang Mulia, anggota Dewan Rakyat yang kemungkinan besar mendapat kepercayaan mayoritas di antara anggota Dewan Rakyat lainnya adalah Tan Sri Muhyiddin Yassin, anggota parlemen dari Pagoh," ucap Ahmad Fadil saat mengumumkan penunjukan Muhyiddin menjadi PM baru Malaysia.

Keputusan Raja Malaysia untuk menunjuk Muhyiddin menjadi PM baru ini diharapkan bisa mengakhiri pergolakan politik yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Tonton juga Usai Mundur, Kini Mahathir Ajukan Diri Jadi Kandidat PM Lagi :

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/knv)