Didukung Oposisi, Muhyiddin Yassin Ungguli Anwar Ibrahim Jadi Calon PM Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 11:26 WIB
Muhyiddin Yassin (C), president of Parti Pribumi Bersatu Malaysia or Malaysian United Indigenous Party, arrives at the party headquarters in Kuala Lumpur on February 24, 2020. - Malaysias former prime minister Mahathir Mohamad resigned February 24 in a move analysts said appeared to be an effort to form a new coalition and block the succession of leader-in-waiting Anwar Ibrahim. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Muhyiddin Yassin, Ketua Partai Bersatu, mencuat menjadi kandidat PM baru Malaysia (Mohd RASFAN/AFP)
Kuala Lumpur -

Ketua Partai Bersatu, Muhyiddin Yassin, mencuat menjadi kandidat terdepan untuk Perdana Menteri (PM) baru Malaysia usai mendapat dukungan oposisi. Dukungan yang didapat Muhyiddin di parlemen Malaysia disebut sedikit mengungguli dukungan untuk politikus terkemuka, Anwar Ibrahim.

Seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (29/2/2020), Muhyiddin yang menjabat Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia atau Partai Bersatu yang didirikan Mahathir Mohamad, ini menyatakan dirinya didukung oleh total 36 anggota parlemen dari Partai Bersatu untuk menjadi PM selanjutnya bagi Malaysia.

Dukungan seluruh anggota Partai Bersatu ini mengejutkan, mengingat sebelumnya Partai Bersatu selalu menegaskan dukungan untuk Mahathir. Bahkan sebelumnya Partai Bersatu berhasil membujuk Mahathir untuk mencabut keputusannya mengundurkan diri sebagai Chairman partai ini. Di bawah Muhyiddin, Partai Bersatu sebelumnya menyatakan keluar dari koalisi pemerintahan Pakatan Harapan (PH) yang kemudian memicu pergolakan politik di Malaysia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Bersatu, Marzuki Yahya, dalam pernyataannya juga mengindikasikan bahwa blok independen yang dipimpin mantan Wakil Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), Azmin Ali, telah bergabung dengan Partai Bersatu. Azmin dipecat setelah dituduh mengkhianati Anwar Ibahim yang merupakan Ketua PKR.

Azmin memimpin faksi beranggotakan 10 anggota parlemen eks-PKR yang menyatakan keluar dari koalisi PH yang sebelumnya berkuasa. Marzuki dalam pernyataan pada Jumat (28/2) waktu setempat, menyebut rapat partai untuk mendukung Muhyiddin dihadiri oleh 36 anggota parlemen dari Partai Bersatu.

Padahal diketahui sebelumnya Partai Bersatu hanya memiliki 26 kursi di parlemen atau Dewan Rakyat Malaysia.

Usai pengumuman Partai Bersatu soal dukungan penuh bagi Muhyiddin, kelompok oposisi yang membentuk koalisi Barisan Nasional (BN) merilis pernyataan yang isinya menyatakan dukungan penuh untuk Muhyiddin untuk menjadi PM baru Malaysia.

Koalisi BN diketahui terdiri atas empat partai politik (parpol), yakni Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) -- yang menaungi eks PM Malaysia Najib Razak yang terjerat skandal korupsi, kemudian Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Asosiasi China Malaysia (MCA), dan Kongres India Malaysia (MIC).

Selanjutnya
Halaman
1 2