Banyak Maskapai Tak Mau Terbangkan Warga Hong Kong dari Jepang karena Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 16:53 WIB
The quarantined Diamond Princess cruise ship is anchored at a port in Yokohama, near Tokyo Wednesday, Feb. 19, 2020. The passengers tested negative for COVID-19 will start disembarking Wednesday. (Yuta Omori/Kyodo News via AP)
Total 705 orang di kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan positif virus corona (Yuta Omori/Kyodo News via AP)
Hong Kong -

Sejumlah maskapai di Hong Kong enggan memulangkan puluhan warga yang pernah melakukan kontak dekat dengan para penumpang yang positif virus corona di kapal pesiar Diamond Princess yang sempat dikarantina di Jepang. Otoritas Hong Kong terus mencari cara untuk memulangkan mereka.

Seperti dilansir media lokal Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), Jumat (28/2/2020), otoritas Hong Kong dalam pernyataan terbaru mengumumkan bahwa dua warganya yang menjadi penumpang kapal pesiar Diamond Princess itu, baru saja terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19.

Dua kasus baru ini menjadikan total warga Hong Kong yang terinfeksi virus corona di kapal pesiar itu menjadi 72 orang, dari total 705 orang yang positif virus corona. Dua warga Hong Kong ini diketahui pernah melakukan kontak dekat dengan penumpang lain yang lebih dulu dinyatakan positif virus corona.

Juru bicara pemerintah Hong Kong juga menyebut bahwa 100 penumpang asal Hong Kong, termasuk beberapa kontak dekat lainnya, sekarang sedang dirawat atau dikarantina di sedikitnya 11 prefektur dan kota berbeda di Jepang, termasuk Kyoto dan Chiba. Pernyataan itu sekilas menunjukkan persoalan yang dihadapi pemerintah Hong Kong saat berupaya memulangkan warganya yang diklasifikasi sebagai kontak dekat pasien virus corona.

"Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah telah berupaya menyusun rencana untuk memulangkan para kontak dekat. Namun, karena risiko yang ditimbulkannya, beberapa maskapai yang didekati pemerintah telah menyatakan keberatan untuk membawa mereka," demikian pernyataan juru bicara pemerintah Hong Kong.

"Selain itu, mereka tersebar di sebanyak 11 prefektur dan kota-kota berbeda di Jepang, dan banyak perusahaan transportasi darat tidak bersedia mengangkut," imbuh pernyataan itu.

Simka Video "68 WNI ABK Diamond Princess Akan Dievakuasi, 2 Orang Pilih Tak Ikut!"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2