Kabur dari Karantina Virus Corona, Wanita Rusia Diperintahkan Balik ke RS

Kabur dari Karantina Virus Corona, Wanita Rusia Diperintahkan Balik ke RS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 14:53 WIB
Wabah virus corona telah ditetapkan oleh WHO sebagai darurat global. Para ilmuwan di berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin dari virus itu
Ilmuwan dunia masih mengembangkan vaksin untuk virus corona yang merajalela (AP Photo)
Moskow -

Pengadilan di Rusia memerintahkan seorang wanita yang kabur dari karantina virus corona untuk kembali ke rumah sakit. Wanita ini diwajibkan untuk dikarantina lebih lanjut, setidaknya selama dua hari.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (18/2/2020), wanita bernama Alla Ilyina ini dibawa ke sebuah rumah sakit di kota St Petersburg, Rusia, pada 6 Februari lalu karena menderita radang tenggorokan dan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena dia baru saja pulang dari China sekitar lima hari sebelumnya.

Namun keesokan harinya, Ilyina nekat kabur dari rumah sakit dengan merusak kunci elektronik yang ada di kamar perawatannya. Dia kabur setelah diberitahu bahwa dia harus dikarantina selama 14 hari, bukannya 24 jam seperti yang dijanjikan dokter kepadanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam postingan via Instagram, Ilyina menyatakan bahwa para dokter rumah sakit itu memberitahu dirinya bahwa hasil pemeriksaannya negatif virus corona, namun dia tetap harus dikarantina selama dua minggu.

"Parah," tulis Ilyina dalam postingannya. "Tiga hasil tes menunjukkan saya sungguh sehat, jadi kenapa harus dikarantina?" imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Kepada surat kabar lokal, Fontanka, Ilyina menuturkan bahwa kamar karantina yang ditempatinya memiliki suasana mengerikan -- tidak ada buku, tidak ada sampo, tidak ada Wi-Fi, hanya ada keranjang sampah yang tidak pernah dibuang isinya. Pintu kamar karantina itu juga dipasangi kunci elektronik. Karena merasa frustrasi, Ilyina mencari cara untuk merusak kunci elektronik tersebut.

Kaburnya Ilyina dari karantina ini membuat malu otoritas Rusia. Beberapa hari kemudian, kelompok pengawas kesehatan publik Rusia, Rospotrebnadzor, mengajukan gugatan hukum terhadap Ilyina dan meminta pengadilan untuk memerintahkan rawat inap wajib bagi Ilyina.

Simak Video "Kemlu Kontak Keluarga 3 WNI Kru Kapal Pesiar yang Positif Corona"

[Gambas:Video 20detik]

Dalam sidang, otoritas kesehatan Rusia berargumen bahwa karantina terhadap Ilyina diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Bahkan otoritas kesehatan Rusia mengklaim bahwa virus ini bisa tersembunyi di dalam tubuh manusia hingga 24 hari.

"Ini satu-satunya langkah perlindungan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus baru di wilayah kota ini," ucap Kepala Urusan Legal pada Rospotrednadzor di wilayah St Petersburg, Iena Gubareva.

Pada Senin (17/2) waktu setempat, pengadilan Rusia memutuskan agar Ilyina kembali ke rumah sakit dan dikarantina hingga setidaknya Rabu (19/2) besok.

Dalam sidang, pengacara yang mewakili Ilyina berargumen bahwa kliennya tidak memberikan ancaman bagi orang-orang di sekitarnya dan menekankan bahwa Ilyina diizinkan masuk ke dalam ruang sidang yang dipenuhi belasan orang. Tidak ada satupun orang, termasuk pejabat otoritas kesehatan Rusia, yang memakai masker.

Otoritas kesehatan di St Petersburg enggan menjawab pertanyaan soal efektivitas putusan pengadilan itu, mengingat Ilyina sempat bebas berkeliaran selama 10 hari setelah dia kabur dari karantina.

Pekan lalu, sedikitnya tiga orang yang dikarantina terkait virus corona kabur dari rumah sakit yang sama di St Petersburg. Dua orang telah kembali ke rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya yang bernama Anna Rybakova masih diburu. Rospotrednadzor juga menggugat Rybakova dan sidangnya akan digelar Rabu (19/2) besok.

Sejauh ini, otoritas Rusia telah mengonfirmasi dua kasus virus corona di wilayahnya. Kedua pasien yang sama-sama warga China itu telah menjalani perawatan dan dipulangkan dari rumah sakit.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads