Trump Serukan Rusia Berhenti Dukung Kekejaman Rezim Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 16:13 WIB
President Donald Trump gestures as he arrives at a campaign rally in Hershey, Pa., Tuesday, Dec. 10, 2019. (AP Photo/Matt Rourke)
Donald Trump (AP Photo/Matt Rourke)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada Rusia untuk berhenti mendukung 'kekejaman' rezim Suriah. Seruan itu disampaikan Trump saat bercakap via telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, membahas isu konflik Suriah.

Seperti dilansir AFP, Senin (17/2/2020), Gedung Putih dalam pernyataannya menyebut Trump juga menyatakan kekhawatiran AS terhadap aksi kekerasan yang terus berlangsung di wilayah Idlib, Suriah. Percakapan telepon antara Trump dan Erdogan itu dilakukan pada Sabtu (15/2) waktu setempat.

"Trump menyampaikan kekhawatiran atas kekerasan di Idlib, Suriah dan... menyampaikan keinginan Amerika Serikat untuk melihat berakhirnya dukungan Rusia untuk kekejaman rezim (Bashar al) Assad," demikian pernyataan Gedung Putih.

Dengan didukung kekuatan udara militer Rusia, rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad berhasil merebut sejumlah desa dan kota kecil di sekitar Aleppo sejak tahun 2012. Rezim Assad juga terus menggempur posisi kelompok pemberontak di Provinsi Idlib dan Latakia.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan bahwa serangan militer rezim Suriah yang didukung militer Rusia telah memicu gelombang pengungsi terbesar dengan 800 ribu orang melarikan diri dari rumah mereka sejak Desember tahun lalu.

Rezim Assad, dengan didukung Rusia, Iran dan Hizbullah, kini dilaporkan menguasai lebih dari 70 persen wilayah Suriah. Presiden Assad telah berulang kali menyatakan sumpah untuk merebut seluruh wilayah Suriah dari para pemberontak dan militan.

Simak Juga Video "Jelang Pilpres AS, Trump-Sanders Saling Sindir"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2