AS Akan Evakuasi Warganya dari Kapal Pesiar yang Dikarantina Jepang

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 15:45 WIB
Jumlah orang yang positif virus corona di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang bertambah jadi 218 orang. Sebelumnya diketahui ada 175 orang positif virus itu
Sebagian besar penumpang dan awak masih dikarantina di dalam kapal pesiar Diamond Princess setelah 218 orang dinyatakan positif (AP Photo/Jae C. Hong)
Tokyo -

Otoritas Amerika Serikat (AS) berencana mengevakuasi 380 warganya yang kini masih ada di dalam kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Jepang akibat wabah virus corona. Evakuasi akan dilakukan paling cepat pada Minggu (16/2) besok.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (15/2/2020), Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya sedang bersiap untuk mengevakuasi warga AS yang ada di dalam kapal pesiar itu. Laporan soal rencana evakuasi warga AS ini awalnya dilaporkan oleh media terkemuka The Wall Street Journal (WSJ).

Henry Walke dari Divisi Kesiapsiagaan dan Kemunculan Infeksi pada Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menuturkan kepada WSJ bahwa Departemen Luar Negeri AS akan menawarkan tempat duduk pada dua pesawat charter untuk menerbangkan 380 warga Amerika dan keluarganya kembali ke AS.

Lebih dari 3.700 penumpang dan awak, termasuk 87 warga negara Indonesia (WNI), terjebak di dalam kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang, sejak 4 Februari lalu. Rencananya, karantina terhadap kapal pesiar itu akan selesai pada 19 Februari mendatang.

Namun dalam pernyataan via email kepada warga AS yang menjadi penumpang kapal pesiar itu, Kedutaan Besar AS di Tokyo menyatakan proses evakuasi akan dimulai pada Minggu (16/2) malam waktu setempat. Pihak Kedubes AS bahkan memberikan rencana detail soal proses evakuasi itu yang bersifat sukarela itu.

"Pemerintah AS merekomendasikan, dengan penuh kehati-hatian, bahwa warga AS turun dan kembali ke Amerika Serikat untuk pemantauan lebih lanjut," demikian bunyi email Kedubes AS untuk Jepang, yang didapatkan CNN dari salah satu penumpang kapal pesiar Diamond Princess. Diketahui bahwa beberapa warga AS di dalam kapal pesiar itu mengirimkan email yang isinya meminta klarifikasi kepada Kedubes AS di Tokyo setelah mendapatkan kabar soal rencana evakuasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2