Iran 'Sukses' Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Tapi Gagal Capai Orbit

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 13:21 WIB
In this image taken from video an Iranian rocket carrying a satellite is launched from Imam Khomeini Spaceport in Iran’s Semnan province, some 230 kilometers (145 miles) southeast of Iran’s capital, Tehran, Sunday, Feb. 9, 2020. The rocket failed to put the satellite into orbit on Sunday, state television reported, the latest setback for a program the U.S. claims helps Tehran advance its ballistic missile program. (IRIB via AP)
Momen saat peluncuran satelit Iran (IRIB via AP)

Meski gagal mencapai orbit, Iran menyatakan puas dengan peluncuran ini. "Insya Allah dengan peningkatan dalam peluncuran di masa mendatang, misi ini akan berhasil dilakukan," imbuh Hosseini.

"Kita telah mencapai sebagian besar tujuan yang kita punya dan data-datanya telah didapatkan, dan dalam waktu dekat, dengan menganalisis data, kita akan mengambil langkah-langkah selanjutnya," ujarnya.

Menteri Telekomunikasi Iran, Mohammad Javad Azari Jahromi, dalam pernyataan terpisah via Twitter mengakui bahwa peluncuran satelit itu 'gagal'.

"Tapi kita TIDAK BISA DIHENTIKAN! Kita akan memiliki lebih banyak satelit-satelit Iran yang akan datang!" sebut Jahromi dalam pernyataan berbahasa Inggris. "Saya ingin membuat Anda senang dengan #good_news tapi terkadang hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan," imbuhnya.

Iran juga mengumumkan adanya rudal balistik jarak pendek jenis baru dan sejumlah mesin 'generasi baru' yang dirancang untuk membawa satelit ke luar angkasa.

Program luar angkasa Iran memicu kekhawatiran negara-negara Barat karena teknologi yang digunakan pada roket-roket pendorongnya, juga bisa digunakan pada rudal balistik. Iran berhasil meluncurkan beberapa satelit sejak Februari 2009. Pada Januari 2019 lalu, Iran meluncurkan satelit yang diberi nama 'Payam', yang juga gagal mencapai orbit. Otoritas Iran saat itu menyebut satelit tersebut diluncurkan untuk mengumumkan data soal lingkungan di Iran.

AS menyebut peluncuran satelit dengan roket pendorong itu melanggar Resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 2015 yang mendukung pembatasan program nuklir Iran. Iran menegaskan pihaknya tidak berniat membuat senjata nuklir dan menyatakan aktivitas luar angkasanya bertujuan damai dan mematuhi resolusi PBB.

Halaman

(nvc/ita)