10 Hari Dibangun, Ini Deretan Keistimewaan RS Pasien Corona di Wuhan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 15:05 WIB
An isolation unit is seen at the Huoshenshan temporary field hospital in Wuhan in central Chinas Hubei Province, Sunday, Feb. 2, 2020. The Philippines on Sunday reported the first death from a new virus outside of China, where authorities delayed the opening of schools in the worst-hit province and tightened quarantine measures in a city that allow only one family member to venture out to buy supplies. (Chinatopix via AP)
Unit karantina di dalam RS Huoshenshan yang dibangun kilat dalam waktu 10 hari untuk pasien virus corona (Chinatopix via AP)
Beijing -

Rumah sakit (RS) khusus untuk pasien virus corona di Wuhan, China dibangun dengan mencontoh RS yang dibangun untuk merawat pasien wabah sindrom pernapasan akut berat (SARS) tahun 2003 lalu.

Seperti dilansir BBC dan The Global Times, Senin (3/2/2020), RS Huoshenshan telah selesai dibangun di kota Wuhan, pusat wabah virus corona, hanya dalam 10 hari.

Pembangunan RS ini didasarkan pada desain RS Xiaotangshan yang dibangun otoritas China di Beijing untuk mengatasi wabah SARS tahun 2003 atau sekitar 17 tahun lalu. Diketahui bahwa RS Xiaotangshan saat itu dibangun hanya dalam waktu tujuh hari. Hal ini memecahkan rekor dunia untuk pembangunan rumah sakit tercepat.

"China memiliki rekor dalam menyelesaikan sesuatu dalam waktu cepat bahkan untuk proyek monumental seperti ini," sebut peneliti senior untuk kesehatan global pada Dewan Hubungan Luar Negeri, Yanzhong Huang, dalam pernyataannya.

Dewan Hubungan Luar Negeri atau The Council on Foreign Relations merupakan sebuah forum diskusi atau think-tank non-profit asal Amerika Serikat (AS) yang mengkhususkan pada kebijakan luar negeri AS dan isu-isu internasional.

Sama seperti RS Xiaotangshan, pembangunan RS Huoshenshan untuk pasien virus corona di Wuhan dilakukan dengan menggunakan bangunan prefabrikasi, semacam bangunan atau panel yang telah dicetak terlebih dulu di pabrik kemudian dikirimkan ke lokasi pembangunan dan dirakit di tempat.

Simak Video "Dokter Eka Hospital: Pasien Benar Terinfeksi Virus, Tapi Bukan Corona"

[Gambas:Video 20detik]